Logo Header Antaranews Sumsel

Bank Sumsel tantang BNI final bola voli

Minggu, 28 April 2013 16:49 WIB
Image Print
Pevoli putra Bank SumselBabel (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Bandung (ANTARA Sumsel) - Tim putra Bank SumselBabel Palembang menantang juara bertahan Jakarta BNI 45 pada laga final kompetisi bola voli BSI Proliga di Jakarta yang dijadwalkan 5 Mei 2013.

Bank Sumsel memastikan tempat di final setelah meraih kemenangan pada laga terakhir babak empat besar putaran kedua yang menentukan atas Jakarta Sananta Indocement 3-2 (20-25, 25-22, 30-32, 25-21, 16-14) di GOR C-Tra Arena Cikutra Kota Bandung, Minggu.

Kemenangan itu mengantar tim asuhan pelatih Mashudi mengemas nilai 10, hasil dari tiga kali menang dan tiga kali kalah. Pemain asal Kuba, Poey Romero Reydel, kembali menjadi motor serangan Bank Sumsel untuk melaju ke babak final.

Poin Bank Sumsel dipastikan tidak terkejar oleh Surabaya Samator yang berada di peringkat ketiga dan di laga terakhir bertanding melawan Jakarta BNI.

Keberhasilan menembus babak final dirayakan dengan suka cita oleh Raydel dan kawan-kawan di tengah lapangan dan mendapat aplaus dari penonton Bandung.

Final tahun ini merupakan final kedua bagi Bank Sumsel di ajang Proliga setelah menembusnya tahun 2011, sekaligus menjadi juara denganmengalahkan Sananta.

"Tak ada keajaiban di partai final, karena BNI lawan kami di final nanti merupakan tim terbaik dan musim ini sangat stabil. Kami harus kerja keras dan bermain mati-matian menghadapi mereka," kata Mashudi.

Pelatih asal Sidoarjo, Jatim, itu, mengatakan kemenangan atas Sananta bukan hal gampang, karena harus berlaga tanpa "quicker" andalannya Brian Afrianto yang mengalami cedera engkel.

Menurut Mashudi, angka tipis pada laga set kelima tidak lepas dari beberapa kekurangan yang masih muncul di lapangan.

"Untuk final nanti, jelas kami harus melakukan pembenahan dan menyiapkan quicker pengganti Brian. Selain itu, kami juga mencari formula untuk mengatasi BNI yang sulit ditakludkan musim ini," kata Mashudi.

Mashudi juga akan memoles pemain asingnya Romero Reydel untuk bisa bermain lebih tenang dan mengontrol emosi agar tidak berpengaruh terhadap pemain lainnya.

"Kami akan memaksimalkan sisa waktu yang ada untuk melakukan pembenahan, dari sisi motivasi bertanding para pemain sedang bagus-bagusnya, diharapkan mereka bisa mempertahankan dan meningkatkan ritme permainan di babak final nanti," kata Mashudi.

Salah satunya untuk bisa konsentrasi pada set-set awal, dimana para pemainnya sering kehilangan momen di set pertama sehingga menjadi celah pemain lain .

Sementara itu, Kapten tim Jakarta Sananta Ayip Rizal menyatakan perjuangannya sudah maksimal, namun belum cukup untuk bisa meloloskan tim ke final.

"Pertandingan sebenarnya berimbang, namun Bank Sumsel lebih beruntung dan bisa mengatasi tekanan di dua set terakhir. Sekarang kami tinggal fokus perebutan tempat ketiga melawan Samator," kata Ayip, pemain yang juga dibesarkan oleh Samator.

Ayip menyebutkan, kendati kesempatan timnya sudah tertutup, namun ia puas karena sudah berhasil memberikan perlawanan yang sengit pada pertandingan terakhir.

"Kami tetap fight meski peluang kami sudah tertutup, kami kalah terhormat," katanya menambahkan.

Laga Bank Sumsel melawan Jakarta Sananta merupakan laga yang menentukan sehingga cukup menyita perhatian publik bola voli Bandung untuk hadir ke GOR C-Tra Arena Cikutra.

Pertandingan hari terakhir babak empat besar putaran kedua disaksikan langsung oleh Ketua Pengda PBVSI Jabar MQ Iswara yang pada kesempatan itu menerima plakat penghargaan dari Direktur Proliga Hanny Surkatty.
(T.S033/B/D.Kusbiantoro)



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026