Logo Header Antaranews Sumsel

100.354 KK petani Musi Rawas usaha ternak

Selasa, 23 April 2013 11:54 WIB
Image Print
Ternak sapi (FOTO ANTARA)

Musi Rawas (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 100.354 kepala keluarga petani di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan selain bertani, juga menekuni usaha beternak seperti sapi perah, kerbau, kambing dan ayam ras.

"Hingga saat ini jumlah peternak yang di data petugas sebanyak 100.354 kepala keluarga (KK), mereka ini terdiri atas peternak sapi perah satu KK, kemudian peternak sapi sebanyak 17.332 KK," kata Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Musi Rawas, Suwarno, di Lubuklinggau, Selasa.

Selain itu, terdapat peternak kerbau sebanyak 1.559, peternak kuda dua KK, peternak kambing 7.946 KK, domba 725 KK, babi 28 KK, peternak ayam ras pedaging 41 KK, ayam buras sebanyak 61.709 KK dan peternak itik atau entok sebanyak 11.011 KK dan satu KK tercatat sebagai peternak sapi perah.

Para peternak di daerah tersebut kata dia, kebanyakan merupakan usaha sampingan dengan permodalan sendiri terutama untuk peternakan hewan jenis unggas, kerbau, babi, kuda maupun domba.

Sementara, untuk usaha peternakan sapi selain mengandalkan permodalan sendiri juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan Pemkab Musi Rawas.

Produksi daging Kabupaten Musi Rawas tambah dia, selain digunakan untuk pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat dalam 288 desa dan kelurahan di 21 kecamatan daerah itu, juga dipasok ke Kota Lubuklinggau, Empat Lawang, kemudian Kota Palembang, Jambi dan Bengkulu serta daerah lainnya.

Untuk memastikan hewan ternak di daerah itu tidak terserang penyakit pihaknya mengaktifkan kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan yang saat ini sudah didirikan pada delapan lokasi. Kemudian pemeriksaan rutin dengan mendatangi lokasi peternakan oleh mantri dan dokter hewan bersama dengan petugas PPL.

Sejauh ini di daerah itu belum ada serangan penyakit yang membahayakan ternak seperti flu burung, flu babi, penyakit kaki dan mulut maupun antraks pada sapi.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026