Logo Header Antaranews Sumsel

Karet komoditas andalan ekspor nonmigas Sumsel

Rabu, 3 April 2013 15:14 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sadap karet (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik setempat mencatat, karet sejak beberapa tahun terakhir masih tetap menjadi komoditas andalan penyumbang devisa terbesar ekspor nonmigas Sumatera Selatan, disusul komoditas lainnya seperti batu bara, minyak sawit mentah, produk kayu, udang, kopi dan teh.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Baehdi Ruswana, di Palembang, Rabu menjelaskan dari total ekspor nonmigas provinsi tersebut periode (Januari-Desember 2012 hingga Januari 2013) menghasilkan devisa total 3,98 miliar dolar Amerika Serikat (AS), karet menyumbang devisa terbesar mencapai 3,13 miliar dolar.

Sedangkan komoditas lainnya antara lain batu bara menyumbang total 145,92 juta dolar, minyak sawit mentah (CPO) selama 2012 tidak ada kegiatan ekspor dan Januari 2013 dimulai lagi dengan nilai devisa 27,52 juta dolar, produk kayu 30,69 juta dolar, udang selama 2012 tidak ada kegiatan ekspor dan Januari 2013 dilaksanakan lagi dengan nilai devisa 482.323 dolar, kopi 15.051 dolar dan teh 839.133 dolar AS.

Ia menjelaskan, ekspor nonmigas Sumsel khusus selama Januari 2013 tercatat total menghasilkan devisa 247,21 juta dolar AS. Dari total nilai devisa tersebut karet menyumbang terbesar mencapai 186,43 juta dolar.

Ekspor nonmigas Sumsel periode Januari 2013 itu mengalami penurunan dibandingkan dengan Desember 2012 mencapai total 274,69 juta dolar, karena ada beberapa komoditas mengalami penurunan perolehan nilai devisa.

Penurunan perolehan nilai devisa itu antara lain ekspor karet periode Januari 2013 mencapai 186,43 juta dolar, di bulan Desember 2012 mencapai 202,864 juta dolar.

Menurut Baehdi, ekspor karet Sumatera Selatan selama ini ditujukan ke Malaysia, Amerika Serikat, India, China dan Jepang.

Khusus minyak sawit mentah, berdasarkan data dihimpun BPS setempat selama 2012 Sumatera Selatan sama sekali tidak melakukan kegiatan ekspor, dan pada Januari 2013 ini baru dimulai lagi mengirim ke sejumlah negara konsumen.

Memang, komoditas minyak sawit mentah memberikan andil cukup berarti terhadap total nilai devisa ekspor nonmigas Sumsel.

Sementara, data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, mencatat provinsi tersebut setiap bulannya rata-rata mengekspor karet antara 60 ribu hingga 70 ribu ton.

Ekspor karet Sumsel dilakukan melalui sejumlah pengusaha pengolahan anggota Gapkindo yang sebagian besar di Kota Palembang.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026