Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet Sumsel belum stabil

Minggu, 24 Maret 2013 14:23 WIB
Image Print
Transaksi karet petani (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga karet ditingkat petani di sejumlah daerah penghasil di Sumatera Selatan selama sepekan terakhir belum stabil, namun tidak menutup kemungkinan bakal terjadi kenaikan.

Harga karet dalam sepekan terakhir masih selalu terjadi perubahan dari naik kemudian turun kembali dan seterusnya, namun pada Jumat (22/3) mulai ada kenaikan, kata Densuri, petani karet di Desa Sugihan, Kabupaten Muaraenim ketika dihubungi dari Palembang, Minggu.

Menurut petani yang juga pedagang pengumpul ini, harga karet di tingkat petani sekarang tercatat Rp9.200 perkilogram (Kg), atau terjadi kenaikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya hanya Rp9.150 per Kg.

Harga karet di tingkat petani yang dibeli melalui pedagang pengumpul disesuaikan dengan nilai jual di tingkat pabrik pengolahan karet di Palembang, karena seluruh hasil komoditas itu dijual ke pengusaha pabrik di kota tersebut.

Para pedagang pengumpul biasanya sepekan atau dua pekan sekali membawa karet yang dibeli dari petani ke pengusaha pabrrik di Palembang seperti PT Muarakelingi, Sunan Ruber dan PT Remko di kawasan Kecamatan Kertapati, katanya.

Ia berharap, harga karet di tingkat petani semakin membaik, karena komoditas itu merupakan salah satu penghasilan utama petani.

Sementara mengenai perkembangan harga karet petani yang dibeli perusahaan pengolahan melalui pedagang pengumpul tersebut berdasarkan data dari Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel sehari sebelumnya, tercatat harga karet petani kualitas 80 persen Rp21.459 per Kg, atau terjadi kenaikan dibandingkan sebelumnya Rp21.528 per Kg.

Berdasarkan data tersebut, harga karet petani kualitas 80 persen mulai ada kenaikan walaupun selisihnya belum signifikan.

Masih berdasarkan data Gapkindo, pihak perusahaan pengolahan karet di Sumsel khususnya di Kota Palembang membeli karet dari pedagang pengumpul menetapkan harga menyesuaikan dengan mutu karet.

Karet yang dibeli dari pedagang pengumpul itu bervariasi ada yang kualitas 75 persen, 80 persen dengan harga juga berbeda.

Sekretaris Gapkindo Sumsel H Awie Aman sebelumnya mengatakan bahwa data dihimpun pihaknya dari perusahaan anggota pengusaha karet itu terdiri atas karet ekspor kualitas kadar kering 75 persen, 80 persen dan 90 persen.

Khusus karet ekspor kualitas 90 persen tercatat Rp24.096 per Kg, harga tersebut selama sepekan terakhir ini selalu terjadi perubahan namun masih kisaran antara Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per Kg.

Karet kualitas ekspor sejak minggu pertama Maret 2013 hingga Sabtu (23/3) juga belum stabil, masih selalu terjadi perubahan tergantung pasaran di luar negeri, karena sebagian besar hasil komoditas andalan Sumsel itu diekspor ke sejumlah negara konsumen.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026