Logo Header Antaranews Sumsel

Suporter tewas akibat bentrok usai pertandingan

Senin, 11 Maret 2013 12:34 WIB
Image Print
Ilustrasi - Bentrok suporter (FOTO ANTARA)

Pekanbaru (ANTARA Sumsel) - Seorang suporter sepak bola PSPS Pekanbaru, Tegar (15) warga Jalan Hang Jebat, Pekanbaru, Riau, tewas dengan luka berat di bagian kepala usai bentrok sesama suporter, namun berlainan organisasi usai menyaksikan pertandingan dengan Persipam Madura.

"Korban meninggal dunia setelah sempat dirawat beberapa jam di Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru," kata Kapolsek Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, AKP Sumarno, lewat pesan elektroniknya kepada Antara Pekanbaru, Senin.

Kapolsek menjelaskan, kronologi kejadian berawal dari aksi saling ejek antara kelompok suporter PSPS satu dengan kelompok lainnya hingga kemudian berujung pada pemukulan.

"Kejadian itu berlangsung di jalan lintas utama yang menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Bangkinang, Kampar, tepatnya di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, pada Minggu sekitar pukul 14.00 WIB," katanya.

Usai terjadinya bentrok, demikian Sumarno, petugas akhirnya menemukan korban tergeletak dengan bersimbah darah di bagian kepalanya.

Selain Tegar, menurut informasi, juga ada beberapa korban luka-luka lainnya dari kubu yang sama, masing-masing bernama Boby Saputra (19), Bisma (14), Ahmad dan beberapa lainnya.

Para korban bentrok sesama suporter PSPS ini dirawat pada dua rumah sakit yang berbeda di Pekanbaru, beberapa dirawat di RS Arifin Achmad dan beberapa lainnya dirawat di RS Lancang Kuning.

Sumarno menjelaskan, tadinya sesama suporter itu telah sempat diredam hingga tidak terjadi baku hantam yang berujung bada tewasnya seorang korban.

"Namun setelah itu, justru mereka kembali bertemu dan akhirnya bentrok tak terelakan. Satu korban akibatnya tewas," katanya.

Dua kelompok pendukung PSPS Pekanbaru ini sebelumnya dikabarkan bentrok usai sama-sama menyaksikan pertandingan sepak bola antara PSPS melawan Persepam Madura pada Minggu (10/3) di Stadion Bangkinang, Kampar.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026