Logo Header Antaranews Sumsel

Warga tanami lahan bersengketa PTPN VII

Kamis, 17 Januari 2013 09:57 WIB
Image Print
Lahan perkebunan tebu cinta manis PTPN VII (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA) - Warga Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu menanami kembali lahan mereka yang dikuasai PT Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis yang hingga kini statusnya masih bersengketa.

Warga Desa Betung mulai hari ini secara bergotongroyong melakukan penanaman lahan dengan tanaman pohon pisang dan karet, kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel Anwar Sadat di Palembang, seusai mendampingi warga tersebut.

Dijelaskannya, aktivitas penanaman kembali lahan dalam kondisi bersengketa yang setahun terakhir terbengkalai berjalan cukup lancar dan tidak ada upaya pelarangan dari pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Cinta Manis sebagaimana dilakukan pada beberapa waktu lalu dengan melibatkan aparat kepolisian dan TNI-AD.

Selain menanami kembali lahan yang pernah digusur pihak perusahaan perkebunan itu dengan beberapa jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah setempat, warga juga secara bergotongroyong membangun mushollah untuk tempat beribadah masyarakat muslim sekitar, katanya.

Menurut dia, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah yang sedang dalam masalah sengketa agraria itu diharapkan tetap dalam kondisi kondusif dan warga setempat bisa memulai aktivitas pertaniannya dengan tenang dan lancar sebagaimana sebelum terjadinya konflik atau sengketa agraria itu.

Untuk menjamin kepastian hukum dan keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat di atas lahan yang bersengketa dengan PTPN VII itu, Walhi Sumsel akan terus mendampingi warga menyelesaikan sengketa lahan mereka secara hukum.

Selain itu pihaknya juga berupaya mengarahkan warga desa setempat agar tidak terpancing emosinya dan menghindari hal-hal yang bisa mengakibatkan terjadinya bentrokan selama sengketa agraria dalam proses penyelesaian secara hukum.

Melalui berbagai upaya tersebut diharapkan konflik antarwarga desa dengan pihak perusahaan milik negara itu yang menimbulkan satu korban jiwa dan beberapa luka-luka dari pihak warga setempat pada 2012 lalu ke depan tidak terulang lagi, katanya menambahkan. (ANT)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026