Logo Header Antaranews Sumsel

Pertumbuhan ekonomi Sumsel 2013 diprediksi stabil

Rabu, 19 Desember 2012 12:28 WIB
Image Print
Bank Mandiri kerjasama Polri dan PT Jasaraharja (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan pada 2013 meski dipengaruhi krisis ekonomi global, diprediksi relatif tidak berubah atau stabil, kata Kepala Kantor Wilayah II Bank Mandiri Adang Joedanto.

"Meski mengalami perlambatan pada 2012, tapi pertumbuhan ekonomi Sumsel diprediksi pada 2013 tetap baik atau setidaknya menyamai," kata Adang ketika ditanya gambaran kondisi ekonomi pada tahun mendatang, di Palembang, Rabu.

Ia menuturkan, rasa optimistis itu dilatari masih tingginya permintaan karet dan sawit dari luar negeri, meski secara harga mengalami penurunan.

"Pembatasan ekspor yang dilakukan beberapa waktu lalu hanya untuk menstabilkan harga saja, tapi ke depan diperkirakan kembali normal karena pada prinsipnya permintaan dari luar negeri masih tinggi," katanya.

Menurutnya, pihak perbankan optimistis akan pertumbuhan ekonomi di Sumsel karena pada umumnya melebihi target penyaluran kredit sepanjang 2012, meski untuk pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan.

"Untuk kredit perbankan, rata-rata mengalami pertumbuhan pesat terutama sektor UMKM yakni di atas 15 persen. Hanya saja untuk DPK yang melambat yakni tumbuh sekitar 5,0 persen karena pengaruh penurunan harga karet dan sawit," katanya.

Sumsel yang dikenal sebagai daerah penghasil komoditas karet dan sawit sebenarnya tidak terlalu terpukul akan kondisi itu, karena masih mencetak angka pertumbuhan ekonomi kisaran 5,9-6,5 persen.

Lantaran itu, ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi Sumsel akan selaras seperti proyeksi Bank Indonesia yakni kisaran 6,0-6,5 persen.

"Harapannya para pelaku ekonomi tentunya kondisi ekonomi Eropa segera membaik, karena perekonomian Sumsel demikian tergantung dengan komiditas ekspor sawit dan karet," katanya.(Doly)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026