Logo Header Antaranews Sumsel

Petani Lampung jual hasil ke Sumsel

Minggu, 16 Desember 2012 07:53 WIB
Image Print
Seorang petani sedang membersihkan sawah (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
...Petani juga ingin menjual hasil buminya ke daerah mereka sendiri namun karena selisih harga lebih tinggi, mereka menjual ke daerah tetangga itu...

Waykanan, Lampung (ANTARA Sumsel) - Sebagian petani di Kabupaten Waykanan, Lampung, menjual hasil pertanian dan perkebunan ke Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang nilai jualnya lebih baik.

"Daerah ini secara geografis justru lebih dekat ke OKU Timur dengan infrastruktur jalan lebih mudah untuk menjangkau daerah yang dipimpin Bupati Herman Deru itu," kata Nyoman Murde, petani Kampung Bumiagung Watas, Kecamatan Bahuga, di Waykanan, Minggu.

Ia menambahkan, harga yang ditawarkan pembeli dari Lampung untuk komoditas beras seringkali lebih rendah, selisih Rp15 sampai dengan Rp25 dari pembeli dari OKU Timur.

Sedangkan harga beras di daerah itu, berada pada kisaran Rp8.500 per kg seiring baru mulai musim tanam oleh sejumlah petani di daerah itu.

"Rata-rata petani menjual dalam bentuk beras yang sudah digiling," kata Nyoman lagi.

Sebenarnya, kata dia lagi, petani juga ingin menjual hasil buminya ke daerah mereka sendiri namun karena selisih harga lebih tinggi, mereka menjual ke daerah tetangga itu.

Semnetara itu, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Waykanan Anwar Effendi menyatakan, untuk memastikan pemasaran beras yang dihasilkan petani daerah itu, pihaknya akan membantu memasarkan produksi beras petani itu kepada para PNS di Waykanan.

Menurut Badan Kepegawaian Daerah setempat, jumlah PNS di Kabupaten Waykanan tahun 2011 sebanyak 6.165 orang.

Setiap bulan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset setempat membayarkan gaji untuk PNS Waykanan sekitar Rp6 miliar, katanya.(ANT/pso-316*B014)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026