Logo Header Antaranews Sumsel

Usaha ternak sapi di Sumsel belum maksimal

Selasa, 13 November 2012 09:57 WIB
Image Print
Usaha penggemukan sapi(FOTO ANTARA)
....Oleh karena itu pada penggemukan tahap kedua Pemprov Sumsel mengusulkan sapi dari Bali karena dipandang lebih baik dan sudah cocok terhadap iklim....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Usaha peternakan sapi Australia yang dilaksanakan selama ini di Sumatera Selatan belum maksimal, karena penyediaan kebutuhan pangan lebih banyak dari sapi lokal.

Kepala Dinas Peternakan Sumsel Azrillazi kepada wartawan di Palembang, Selasa mengatakan, pihaknya melaksanakan kerja sama dengan pihak perkebunan untuk penggemukan sapi luar ternyata kurang efeketif.

Hal ini karena pada penggemukan tahap pertama pihaknya mendapat bantuan sapi Australia ternyata peternak kelawahan untuk menyediakan pakan, ujar dia.

Penggemukan sapi tahap pertama tersebut mendapat bantuan dari pemerintah pusat sapi Australia sebanyak 200 ekor.

Namun, perkembangannnya hanya sekitar 50 persen akibat kesulitan menyediakan pakan yang cukup banyak, katanya.

Selain itu peternak merasa terkejut karena pemeliharaannya harus lebih terfokus, kata dia.

Jadi untuk penggemukan sapi luar kurang efektif bagi peternak karena penyediaan pakan lebih banyak dari hewan lokal serta harus diperhatikan secara khusus, ujar dia.

Oleh karena itu pada penggemukan tahap kedua pihaknya mengusulkan sapi dari Bali karena dipandang lebih baik dan sudah cocok terhadap iklim, kata dia.

Bahkan, sapi lokal tersebut tidak perlu diberi makan setiap saat karena mereka bisa mencari sendiri.

Ia mengatakan, penggemukan sapi itu untuk memenuhi kebutuhan daging di Sumsel terutama menjelang lebaran.

Selain itu untuk meningkatkan perekonomian melalui usaha kelompok yang diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat pedesaan akan terus berkembang.

Sehubungan itu pihaknya melaksanakan program penggemukan sapi yang bekerja sama dengan pemerintah pusat dan perkebunan sawit, tambah dia.(ANT-U005)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026