
Perputaran simpan pinjam Rp0,5 triliun

....Kelompok perempuan itu selalu didampingi dalam memanfaatkan uang pinjaman, jika memproduksi barang maka akan dibantu memanajemeni usaha serta pemasaran....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Perputaran uang pada kegiatan simpan pinjam khusus kelompok perempuan yang memanfaatkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan Sumatera Selatan, mencapai Rp0,5 triliun setelah berjalan selama 12 tahun..
"Dana yang berputar pada Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) hingga Februari 2012 sebesar Rp535,676 miliar, ini menunjukkan kegiatan itu demikian berkesinambungan dalam memberdayakan masyarakat pedesaan," kata Koordinator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan Sumsel Ismail A Zainuri di Palembang, Senin.
Hal itu dikemukakan seusai menjadi pembicara pada seminar dengan tema "Strategi dan Kebijakan Penguatan Kelembagaan dalam PNPM Mandiri Pedesaan", kegiatan Jambore Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Pedesaan, 11-13 November 2012.
Ia menjelaskan, meski kegiatan simpan pinjam itu dijalankan masyarakat pedesaan, tapi rasio pengembalian pinjaman demikian memuaskan dengan angka 93,2 persen.
Keberadaan fasilitator yang merupakan perwakilan pemerintah dan Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) dipilih masyaraat setempat, dipercaya menjadi penyebab hasil positif kegiatan simpan pinjam itu.
"Kelompok perempuan itu selalu didampingi dalam memanfaatkan uang pinjaman, jika memproduksi barang maka akan dibantu memanajemeni usaha serta memasarkannya," ujarnya.
Kelompok perempuan itu terdiri dari 5-10 anggota yang bekerja sama dalam memproduksi suatu produk layak jual untuk menambah pemasukan keluarga. Kepercayaan diberikan kepada kelompok perempuan mengingat lebih mudah diarahkan dibandingkan pria yang umumnya telah memiliki pekerjaan lain.
Kegiatan simpan pinjam itu mengelola 25 persen dana PNPM Mandiri Pedesaan yang dialokasikan pada masing-masing kecamatan, atau desa dengan kisaran Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.
Menurutnya, bantuan langsung itu sangat membantu kelompok perempuan dalam mengembangkan usaha, mengingat bunga yang diberikan sangat rendah.
"Untuk penentuan bunga akan ditetapkan dalam rapat masyarakat desa dengan UPK, yang jelas hasilnya di bawah rata-rata bank. Setiap kelompok akan diberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yakni kisaran Rp10 juta hingga Rp50 juta," katanya.
Ia menambahkan, pendampingan dari UPK demikian dibutuhkan agar rasio pengembalian kredit simpan pinjam itu tetap rendah. Meski sebagian besar kelompok perempuan itu mampu mengembangkan usaha, tapi ia tidak menampik beberapa diantaranya mengalami kegagalan.
"Para anggota diwajibkan membayar ansuran karena jika sudah menunggak terlalu lama maka semakin memberatkan. Jika pun gagal dalam usaha, maka UPK akan berupaya mengangkat, mengingat tujuan utama dari PNPM Mandiri Pedesaan ini untuk memberdayakan masyarakat artinya fokus pada proses," katanya.
PNPM Mandiri Pedesaan merupakan program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup, serta kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui pemberian bantuan langsung dalam membangun infrastruktur dan pelatihan keterampilan, serta kegiatan simpan pinjam kelompok perempuan.
UPK sendiri bertindak sebagai perpanjangan tangan pemerintah sehingga dipilih langsung oleh masyarakat desa setempat, karena tidak boleh berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta aparat negara.
PNPM Mandiri Pedesaan di Sumsel pada 2012 telah menjangkau 11 kabupaten, 117 kecamatan, dan 1.972 desa, dengan alokasi dana bantuan langsung Rp191 miliar.(ANT-pso-039)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
