Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel andalkan program satu desa satu produk

Selasa, 30 Oktober 2012 16:22 WIB
Image Print
Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Sumsel M Jhonson (FOTO Antarasumsel.com/Doly Rosana)
....Masing-masing kabupaten/kota di Sumsel telah menetapkan produk unggulannya untuk dikembangkan menembus pasar nasional....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemprov Sumatera Selatan mengandalkan program "One Village One Product" atau satu desa satu produk untuk menggali potensi masyarakat desa dalam menciptakan produk layak jual, kata Asisten Bidang Pemerintahan Pemerintah Provinsi Sumsel M Jhonson.

"Program `One Village One Product" (OVOP) ini mengharuskan setiap kabupaten/kota memiliki suatu produk unggulan, artinya secara tidak langsung terjadi penggalian potensi desa yang selama ini sempat terabaikan," kata Jhonson seusai menjadi pembicara pada pelatihan keterampilan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dalam pengelolaan produk unggulan desa dengan pendekatan OVOP di Palembang, Selasa.

Ia menerangkan, Sumsel menggiatkan program OVOP ini sejak tahun 2011 berdasarkan arahan pemerintah pusat dengan target pada 2014 berhasil menembus pasar nasional.

Gubernur Sumsel menunjukkan keseriusan mendukung program OVOP itu dengan mengeluarkan SK No 411 tentang pembentukan FKO (Forum Koordinasi OVOP) untuk masa kerja 2012-2014.

Sementara ini, masing-masing kabupaten/kota di Sumsel telah menetapkan produk unggulannya untuk dikembangkan menembus pasar nasional.

"Hampir setiap kabupaten kota di Sumsel sudah memiliki produk unggulan berdasarkan pendekatan OVOP itu seperti Prabumulih dengan olahan nanas, Pagaralam dengan bakul serta tikar. Sebagian besar merupakan jenis makanan dan minuman, kain dan tekstil, produk kulit, kerajinan souvenir, kosmetik, dan herbal serta perabotan lainnya," ujarnya.

Produk unggulan masing-masing kabupaten kota itu akan dipatenkan sehingga menjadi ciri khas suatu daerah yang diharapkan menjadi peluang usaha penduduk setempat.

"Seperti Prabumulih yang terkenal dengan perkebunan nanas, nanti akan didorong sebagai daerah penghasil atau sentral olahan. Dengan begitu potensi masyarakat desa itu dapat dijadikan alat untuk mensejahterakan," katanya.

OVOP sendiri merupakan sebuah konsep yang memprogramkan suatu daerah menciptakan suatu produk yang memiliki keunikan tersendiri sehingga membuka peluang usaha dan pendapatan cukup besar.

Keberhasilan Jepang dalam menjalankan program OVOP itu ternyata diikuti beberapa negara di ASEAN dalam beberapa tahun terakhir.

Di Indonesia sendiri, program OVOP biasanya dijalankan oleh para pelaku Usaha Kecil Menengah yang menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan perusahaan BUMN/BUMD.(Doly)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026