
Sumsel akan terima 20 unit mesin pemanen padi

....Sumsel akan mendapatkan bantuan mesin pemanen padi dialokasikan pada APBN 2013. Semula hanya dibantu 10 unit, namun setelah mempertimbangkan potensi lahan yang dimiliki akhirnya ditambah jadi 20 unit....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan tahun 2013 bakal menerima bantuan 20 unit mesin pemanen padi "combine harvester" dari pemeritah pusat untuk mengurangi penyusutan hasil panen.
Menurut Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Ilfantria, di Palembang, Kamis, pemberian bantuan mesin ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi padi mengingat target nasional pada 2014 mencapai 40 juta ton.
Dia mengemukakan bahwa program peningkatan produksi padi di Sumsel terus diupayakan, dan telah menggunakan "combine harvester" itu sejak 2011, namun masih terbatas di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Rawas.
Pemerintah kabupaten setempat masing-masing membeli satu alat pemanen padi berteknologi tinggi itu.
Menurut Ilfantria, harga yang mahal berkisar Rp380 juta per unit, membuat tidak setiap sentra produksi beras di Sumsel dapat memiliki alat pemanen itu.
"Permohonan Sumsel untuk mendapatkan bantuan mesin pemanen padi itu telah dialokasikan pada APBN 2013. Semula hanya dibantu 10 unit, namun setelah mempertimbangkan potensi lahan yang dimiliki akhirnya ditambah jadi 20 unit," ujar dia lagi.
Penggunaan alat itu sangat membantu pekerjaan petani saat memanen, karena proses penggilingan gabah pada lahan seluas satu hektare hanya memerlukan waktu tiga jam.
"Penyusutan hasil panen hanya lima persen, padahal selama ini bisa mencapai 15 persen, karena ketika masuk mesin itu beras langsung ditampung dalam karung," kata dia.
Selain efesiensi pekerjaan, peralatan itu juga dapat menghemat biaya untuk tenaga kerja.
"Terkadang saat musim panen sampai didatangkan buruh dari Pulau Jawa karena kekurangan tenaga kerja. Anak-anak yang seharusnya sekolah terpaksa tidak masuk karena harus membantu orang tua mereka, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mengatasi sejumlah permasalahan," ujar dia.
Sumsel merupakan daerah yang ditargetkan dapat mendongkrak produksi beras nasional, mengingat potensi berupa lahan yang masih luas.
Namun, keunggulan itu belum diimbangi dengan intensitas pertanaman dan optimalisasi pengelolaan lahannya, sehingga produksi yang dihasilkan masih kalah dengan provinsi lain yang justru memiliki lahan sedikit.
Produksi beras Sumsel selalu meningkat setiap tahun, berdasarkan angka ramalan I 2012 tercatat 3.587.926 ton.
Total produksi beras tahun 2011 sebesar 3.384.670 ton, dan tahun 2010 sebanyak 3.272.451 ton.(Doly)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
