
Pertumbuhan ekonomi Eropa menurun

Palembang (ANTARA Sumsel) - Perekonomian dunia segera beralih ke Asia seiring dengan penurunan pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa dalam beberapa tahun terakhir, kata Dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Kebangsaan Malaysia Mohammad Rizal Palil.
"Eropa saat ini sedang dihantam krisis ekonomi karena sudah terlalu lama di puncak sehingga aktivitas seperti investasi mulai beralih ke kawasan Asia," kata Rizal seusai mengikuti The 13th Malaysia-Indonesia International Conference on Economic, Management, and Accounting (MIICEMA) 2012 dengan tema "Asia Emerging Economy Toward Global Economy Intergration" di Palembang, Kamis.
Pengajar senior itu memprediksi peran Asia akan signifikan dalam lima tahun mendatang, terutama negara-negara Asia Tenggara.
"China, Korea, dan Jepang, memang sudah lama berperan dalam perekonomian dunia dan saat ini terkena imbas krisis ekonomi global. Sedangkan negara-negara Asia Tenggara relatif stabil karena yang berpengaruh hanya komoditas ekspor," katanya.
Indonesia dan Malaysia harus memanfaatkan krisis ekonomi di Eropa itu untuk bangkit dan memiliki nilai tawar pada pasar internasional.
Kedua negara dapat pula memainkan peran sebagai pengekspor sawit dan karet terbesar dunia.
"Asalkan iklim investasi kondusif pada masing-masing negara maka pertumbuhan ekonomi akan maju pesat dalam beberapa tahun ke depan karena berangsur-angsur mengambil alih peran Eropa," katanya.
Namun, ia menilai Malaysia lebih diuntungkan karena telah memulai industrialisasi sejak tahun 1990, sementara Indonesia tidak memiliki hilirisasi karena fokus sebagai penyuplai kebutuhan dunia terhadap bahan mentah.
"Malaysia memiliki industri manufaktur yang mengelola produk bahan mentah menjadi barang jadi sehingga tidak terlalu bermasalah dengan fluktuasi harga komoditas ekspor sebagai dampak krisis ekonomi global seperti yang dialami Indonesia," katanya. (Dolly)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
