
Harga karet berangsur naik

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga bahan olah karet kualitas 90 persen di tingkat pabrik Sumatera Selatan tercatat Rp25.536 per kilogram, atau berangsur naik dibandingkan sebelumnya kisaran Rp25.400 per kg.
Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel H Awie Aman di Palembang, Rabu mengatakan, harga bahan olah karet atau bokar kualitas 90 persen di tingkat pabrik sejak 11 Oktober rata-rata di atas Rp26 ribu per kg.
Namun, kata dia, sehari kemudian berangsur turun menjadi Rp25.400 per kg dan bertahan hingga 15 Oktober, setelah itu 16 - 17 Oktober mulai berangsur naik menjadi Rp25.536 per kg.
Menurut dia, harga karet Sumsel selalu berpatokan dengan pasaran di luar negeri, karena sebagian besar hasil salah satu komoditas perkebunan andalan tersebut diekspor ke beberapa negara konsumen.
Ia menjelaskan, harga karet sekarang ini cenderung bergerak naik, sedangkan volume ekspor masih stabil kisaran 65 ribu ton per bulan.
Volume ekspor karet bisa stabil dalam situasi musim kemarau ini, karena pihak eksportir menyediakan stok yang stabil.
Karet yang diekspor tersebut, dipasok dari sejumlah daerah penghasil, antara lain didatangkan dari hasil petani di Kabupaten Muara Enim, Lahat, Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir termasuk dari Kabupaten Musi Rawas.
Sedangkan industri pengolahan yang rutin menampung hasil karet petani didatangkan pedagang pengumpul itu, antara lain pabrik PT Remco, PT Sunan, dan PT Kelingi.
Sementara, Muskar (48) petani sekaligus pedagang pengumpul asal Desa Pagargunung Lubai, Kabupaten Muaraenim yang rutin memasarkan karet ke Palembang, mengatakan selama musim kemarau ini hasil sadapan petani jauh menurun.
Menurut dia, kalau biasanya tiap pekan membawa karet kisaran delapan ton ke Palembang, namun selama musim kemarau ini kadang-kadang dua pekan baru karet bisa terkumpul.
Karet hasil sadapan petani dikumpulkan, setelah jumlahnya cukup dalam waktu dua pekan baru diangkut ke pengusaha pabrik pengolahan di Palembang, katanya. (ANT-M033)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
