Logo Header Antaranews Sumsel

Perpustakaan keliling tidak berfungsi

Sabtu, 13 Oktober 2012 09:12 WIB
Image Print
Mobil Perpustakaan keliling (Foto Antarasumsel.com/Nila)

Musi Rawas (ANTARA Sumsel) - Pelayanan perpustakaan keliling atau disebut mobil pintar yang diberikan pemerintah pusat ke Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, tidak dapat difungsikan karena keterbatasan dana operasional.

"Mobil ini seharusnya berkeliling masuk kecamatan-kecamatan, namun saat ini tidak bisa difungsikan karena dana operasional untuk pembelian bahan bakar minyak tidak ada. Selama ini operasionalnya menggunakan dana kantor, tapi sekarang anggarannya sudah habis sehingga terpaksa mobilnya dikandangkan," kata kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Musi Rawas Abdul Lamid, Jumat.

Mobil pintar yang dimiliki daerah tersebut, kata dia, merupakan bantuan Ibu Negara Ani Yudhoyono yang mereka terima pada 2011 melalui Pemprov Sumsel. Di dalam mobil pintar ini berisikan buku bacaan, majalah dan komik yang jumlahnya mencapai 2.000 eksamplar.

Pemberian bantuan mobil pintar ini untuk memberikan pelayanan perpustakaan kepada kalangan masyarakat setempat yang membutuhkan aneka bacaan dengan mendatangi 21 kecamatan di daerah itu.

Operasional kendaraan perpustakaan itu selama ini menggunakan dana kas kantornya serta uang pribadi, namun setelah sekian bulan anggaran untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) sudah tidak bisa mereka penuhi lagi.

Pihaknya sendiri sudah mengajukan permintaan bantuan dana ke pemkab setempat untuk operasional mobil pintar dalam APBD-P 2012, tetapi anggarannya belum turun.

Besaran dana bantuan operasional dari pemkab daerah itu untuk operasional hingga akhir 2012 dan mengganti biaya operasional sebelumnya hanya sebesar Rp60 juta.

Dana itu selain akan digunakan untuk penggantian pembelian BBM sebelumnya, sedangkan pembelian BBM tiga bulan ke depan juga akan digunakan untuk biaya operasional kantor.

Pihaknya pada tahun depan mengharapkan Pemkab Musi Rawas, memberikan bantuan anggaran lebih besar sebab dari 21 kecamatan yang dijangkau oleh mobil pintar letaknya saling berjauhan, sehingga membutuhkan BBM dan biaya pendukung operasional. (ANT/NMD)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026