Logo Header Antaranews Sumsel

Pangdam dan Kapolda tinjau kebakaran pipa minyak

Rabu, 3 Oktober 2012 17:46 WIB
Image Print
....Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Dikdik M Arief Mansur meninjau langsung lokasi kebakaran pipa bocor di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Banyuasin, Rabu....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Dikdik M Arief Mansur meninjau langsung lokasi kebakaran pipa minyak di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Banyuasin, Rabu.

Pantauan Antara di lokasi kejadian, Pangdam Sriwijaya bersama Kapolda Sumsel melihat langsung tempat kejadian terbakarnya pipa minyak bocor yang menimbulkan korban jiwa itu, sedangkan di sekitarnya sudah dipasang garis polisi untuk membatasi warga yang menyaksikan tidak terlalu dekat.

Sementara, warga setempat ramai menyaksikan lokasi kebakaran dari dekat bersamaan dengan kunjungan Pangdam Sriwijaya dan Kapolda Sumsel, sehingga membuat arus lalu lintas kendaraan dari arah Palembang dan Jambi menjadi macet.

Lokasi kebakaran itu berada di pinggir jalan lintas di tengah perkebunan karet milik warga, sudah diamankan pihak aparat TNI dan Polri setempat.

Menurut warga setempat, api sudah berhasil dipadamkan sejak beberapa jam lalu berkat bantuan sejumlah unit mobil kebakaran dari Pemkab Banyuasin dan dibantu sejumlah unit mobil pemadam dari Jambi.

Sampai berita ini diturunkan, aparat dari TNI dan Polri masih berjaga-jaga di lokasi kejadian.

Sementara kebakaran akibat pipa bocor yang terjadi di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan pada Rabu pagi berhasil diatasi sekitar pukul 11.50 WIB, kata Asisten Manajer External Relation PT Pertamina (Persero) Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel Roberth MV secara terpisah di Palembang, Rabu.

Menurut dia, kebakaran terjadi diduga kuat akibat aksi penjarahan minyak mentah dari pipa Tempino-Plaju di daerah tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya pipa paralon dan bak galian tanah yang menjadi tempat penampungan minyak jarahan di sekitar lokasi kejadian, katanya.

Ia mengatakan, proses pemadaman dilakukan oleh tim Pertamina didukung oleh perusahaan dan instansi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Hingga saat ini pihak Pertamina masih melakukan investigasi kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut, ujarnya.

Ia menyatakan, koordinasi penanggulangan telah dilakukan antara pihak Elnusa selaku pelaksana operation and maintenance, Pertamina, Kepolisian, BPMIGAS, BLH Provinsi dan aparatur setempat.

Tim pemadam dari Pertamina dibantu oleh tim dari instansi dan industri di sekitar kejadian langsung melakukan tindakan penanganan.

Hingga saat ini, telah timbul lima korban jiwa dan 18 korban luka bakar yang sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat. (Ind)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026