
Harga karet Sumsel kembali berfluktuasi

....Harga karet ekspor walaupun terjadi perubahan, namun cenderung ada pengingkatan dibandingkan bulan lalu....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga bahan olah karet kualitas 90 persen di tingkat pabrik di Sumatera Selatan selama sepekan terakhir selalu terjadi perubahan atau berfluktuasi, namun masih kisaran di atas Rp24.000 per kilogram.
Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel H Awie Aman di Palembang mengatakan, harga bahan olah atau bokar kualitas 90 persen di tingkat pabrik pada Selasa tercatat Rp24.364 per kg, atau naik dibandingkan sebelumnya hanya Rp24.196 per kg.
Dia mengatakan, selama sepekan terakhir harga bokar belum stabil, pada 19 September tercatat Rp24.476 per kg, sehari kemudian naik lagi menjadi Rp24.584 per kg, dan pada 21 September kembali turun menjadi Rp24.196 per kg, dan terakhir Selasa Rp24.364 per kg.
Harga karet ekspor walaupun terjadi perubahan, namun cenderung ada pengingkatan dibandingkan bulan lalu.
Menurut dia, harga karet Sumsel selalu berpatokan dengan pasaran di luar negeri, karena sebagian besar hasil salah satu komoditas perkebunan andalan tersebut diekspor ke beberapa negara konsumen.
Ia menjelaskan, harga karet sekarang ini cenderung bergerak naik, sedangkan volume ekspor masih stabil kisaran 65.000 ton per bulan.
Karet yang diekspor tersebut, kata dia, dipasok dari sejumlah daerah penghasil, antara lain didatangkan dari hasil petani di Kabupaten Muara Enim, Lahat, Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir termasuk dari Kabupaten Musi Rawas.
Sedangkan industri pengolahan karet yang biasa menampung hasil petani tersebut antara lain pabrik PT Remco, PT Sunan, dan PT Kelingi.
Sementara terkait mengenai ekspsor tersebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel priode Januari-Juni 2012 tercatat menghasilkan devisa 1,623 miliar dolar Amerika Serikat.
Kepala BPS Sumsel Haslani Haris secara terpisah mengatakan nilai ekspor karet itu turun tajam bila dibandingkan dengan periode bulan sama tahun 2011 mencapai 2,108 miliar dolar AS.
Dari total nilai ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Juni 2012 mencapai 2,039 miliar dolar AS, ternyata karet menjadi komoditas penyumbang devisa terbesar, disusul batu bara 66,588 juta dolar, dan produk kayu penyumbang terbesar ketiga 15,242 juta dolar AS. (ANT/M033)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
