
Densus 88 tangkap delapan teroris di Solo

...Penangkapan terduga teroris tersebut tanpa adanya baku tembak, dan tanpa menimbulkan korban jiwa baik di kalangan aparat maupun terduga teroris...
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Timur Pradopo mengatakan delapan teroris telah ditangkap di daerah Solo dan sekitarnya.
"Tadi malam kurang lebih jam 01.00 WIB, satuan Detasemen Khusus 88 antiteror, kemudian berturut-turut sampai tadi jam 11.00 WIB melakukan langkah-langkah penangkapan, ada delapan orang yang ditangkap di Solo dan sekitarnya," katanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Menurut dia, penangkapan terduga teroris tersebut tanpa adanya baku tembak, dan tanpa menimbulkan korban jiwa baik di kalangan aparat maupun terduga teroris.
"Semuanya berjalan dengan baik, kemudian melalui langkah-langkah yang memang sudah disiapkan lebih intensif, tidak ada korban, kemudian semua berjalan untuk penangkapan 8 orang tadi selamat, petugas selamat, dan terus dilakukan pemeriksaan intensif," katanya.
Saat ini pihak berwajib tengah melakukan pemeriksaan intensif sekaligus juga olah tempat kejadian perkara (TKP). Aparat yang bertugas telah menemukan bahan peledak di TKP dalam penangkapan tersebut.
"Kemudian yang paling menonjol dari temuan sementara ada lima jenis bahan peledak yang siap diledakkan, kemudian beberapa bahan peledak yang sekarang terus dilakukan olah TKP," katanya.
Menurut dia, ada beberapa yang memang sedang dilakukan analisis karena sangat membahayakan.Ia menambahkan, polisi masih mengadakan pemeriksaan intensif terkait hal ini.
"Sekali lagi semua masih dalam pemeriksaan intensif tapi yang jelas ini adalah jaringan lama yang memang terus kita kembangkan, nanti akan kita sampaikan," katanya.
Sementara itu, petugas kepolisian telah meledakkan dua bom rakitan di rumah seorang terduga teroris lainnya bernama Komeidi (43), di Kampung Griyan, Kelurahan Pajang, Kota Solo, yang ditangkap Densus 88 Antiteror, Sabtu sekitar pukul 07.00 WIB. Peledakan itu diperkirakan untuk pengamanan lokasi setempat.
(ANT-M0410)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
