
Titik api puncaknya September

....Keadaan titik api atau hotspot di Wilayah Sumatera Selatan berdasarkan data yang terpantau puncaknya terjadi pada September 2012, tetapi kondisi itu selalu fluktuatif dan berpindah-pindah....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Keadaan titik api atau hotspot di Wilayah Sumatera Selatan berdasarkan data yang terpantau puncaknya terjadi pada September 2012, tetapi kondisi itu selalu fluktuatif dan berpindah-pindah.
Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Sigit Wibowo menyampaikan hal itu ketika ditanya mengenai titik api yang terpantau di provinsi tersebut, menyusul musim kemarau terjadi sekarang ini di Palembang, Selasa.
Menurut dia, berdasarkan data yang terpantau pada September 2012 ini titik api sebanyak 1.774 titik tersebar di kabupaten dan kota di Sumsel.
Pada 17 September kemarin jumlah titik api yang terpantau sebanyak 57 titik, kemudian pada 16 September sebanyak 98 titik api, jadi fluktuatif, katanya.
Ia mengatakan, sebanyak 1.774 titik api di Sumsel itu berdasarkan data terbanyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir yakni 413 titik, kemudian Musi Rawas sebanyak 343 titik dan Musi Banyuasin ada 300 titik.
Terkait dengan titik api itu, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya penekanan dan mengimbau kepada masyarakat penguna lahan perkebunan, pertanian terutama dalam kegiatan pembukaan lahan untuk menghindari cara-cara pembakaran.
Sementara mengenai ketebalan asap yang terjadi sekarang ini, ia menyatakan, terpantau hampir di semua provinsi tetangga seperti di Riau sudah bisa diatasi dengan hujan buatan, karena ada kegiatan Pekan Olahraga Nasional XVIII.
Hampir semua daerah kondisi cuacanya seperti ini dan di Sumsel sendiri belum begitu ekstrim, belum mengganggu transportasi, katanya.
Mengenai apakah di Sumsel sudah perlu dilakukan hujan buatan, ia menjelaskan, sementara ini hujan buatan itu dikonsentrasikan pada daerah-daerah yang benar-benar ekstrim.
Daerah ekstrim itu seperti di Riau yang sekarang sedang melaksanakan event olahraga dan Kalimantan, jadi lebih difokuskan di sana untuk hujan buatan, sementara Sumsel belum perlu, ujarnya.
Kondisi kemarau ini diperkirakan berlangsung panjang selama September, dan berdasarkan informasi BMKG awal Oktober baru ada indikasi hujan, katanya.(Sus)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
