
Industri kecil diminta kelola limbah

....Industri kecil diminta mengelola limbah sesuai dengan prosedur yang telah disosialisasikan, yakni tidak langsung dibuang ke sungai seperti yang kini masih banyak dilakukan....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Industri kecil diminta mengelola limbah sesuai dengan prosedur yang telah disosialisasikan, yakni tidak langsung dibuang ke sungai seperti yang kini masih banyak dilakukan, kata Kepala Badan Lingkungan Hidup Palembang, Agoeng Noegroho.
Petugas terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada pelaku usaha kecil untuk mengelola limbah secara benar, sehingga diharapkan tidak ada lagi yang langsung membuang ke sungai, tetapi diolah terlebih dahulu, katanya di Palembang, Jumat.
Industri kecil, seperti pembuat tempe dan makanan khas Kota Palembang menjadi sasaran sosialisasi mereka, katanya.
Menurut dia, sebagian besar pelaku usaha telah menerapkan pengelolaan limbah secara baik, tetapi memang masih ada yang belum.
Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi dengan mendatangi langsung sejumlah lokasi industri kecil yang lingkungannya belum sehat.
Ia mengatakan, sejauh ini pelaku usaha sangat positif menanggapi kedatangan petugas yang melakukan sosialisasi.
Dengan demikian pihaknya berharap, sejumlah industri kecil yang belum ramah lingkungan bisa segera berubah dalam waktu dekat menjadi area sehat dan bersih.
Sementara itu, sejumlah pelaku industri di Kota Palembang khususnya yang memproduksi tempe di kawasan Jalan Radial cenderung tidak memperhatikan pengelolaan limbah.
Limbah langsung dibuang ke sungai kecil yang berada tidak jauh dari lokasi pembuatan tempe.
Dini (32) warga Palembang mengaku kaget saat mendatangi salah satu lokasi pembuatan tempe yang sangat tidak sehat lingkungannya.
Perhatian pemerintah sangat diperlukan untuk mendorong perajin tempe menjadikan lokasi produksi mereka sehat dan tidak kumuh.
Dia menambahkan, sempat enggan mengonsumsi makanan berbahan baku kedelai tersebut ketika menyaksikan langsung proses pembuatan dan lingkungan yang kotor.
Tentunya, tidak semua lokasi perajin kotor dan kumuh, tetapi masih ditemukan yang seperti itu di Kota Palembang. (Nila)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
