Logo Header Antaranews Sumsel

Puluhan titik api terdeteksi di Musirawas

Selasa, 4 September 2012 19:21 WIB
Image Print
Ilustrasi - titik api (Antarasumsel.com/BMKG)
....Sebanyak 54 titik api di wilayah Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan terdeteksi Satelit Terra/Aqua modis September 2012....

Musi Rawas (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 54 titik api di wilayah Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan terdeteksi Satelit Terra/Aqua modis yang dikembangkan Firms University of Maryland bekerja sama dengan NASA pada awal September 2012.

"Berdasarkan identifikasi satelit Aqua untuk bulan September 2012 terdapat 54 titik api atau hotspot akibat adanya kebakaran hutan dan lahan dalam 10 kecamatan. Sedangkan pada bulan Agustus jumlah titik api muncul sebanyak 259 titik tersebar pada 15 dari 21 kecamatan di Musi Rawas," kata Kepala Bidang Pengamanan dan Perlindungan Hutan pada Dinas Kehutanan Musi Rawas, Tri Retiyanto, Selasa.

Sejumlah titik api yang terjadi di daerah tersebut, kata dia, akibat banyaknya warga membuka lahan perkebunan baru dengan cara dibakar, sehingga merambat ke kawasan kebun atau hutan di sekitarnya.

Kendati cara pembukaan areal pertanian dan perkebunan baru saat musim kemarau dengan cara dibakar sudah dilarang pemerintah dan pihak kepolisian, dan melanggar UU Nomor 41/1999 tentang Kehutanan dan UU Nomor 18/2004 tentang Perkebunan dengan ancaman 12 tahun penjara, namun aksi ini tetap saja terjadi setiap tahunnya.

Dari 54 titik api di wilayah itu antara lain pada 2 September 2012 sebanyak 40 titik api dan pada keesokan harinya sebanyak 14 titik api.

Lokasi hotpost ini tersebar dalam 10 kecamatan, dimana Dengan lokasi terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Muara Lakitan yakni 24 titik api, kemudian Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu sebanyak 19 titik, Rupit enam titik dan Muara kelingi empat titik. Sedangkan enam kecamatan lainnya BKL Ulu Terawas, Karang Dapo, Karang Jaya, Nibung, Rawas Ulu dan Kecamatan Selangit masing-masing dua titik.

Pihaknya saat ini selain melakukan pemadaman juga patroli ke daerah-daerah yang hutannya rawan terbakar, serta pendekatan kepada kelompok masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk pembukaan perkebunan, karena dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan terutama saat musim kemarau sekarang.

Dia juga meminta dukungan dari dinas dan instansi terkait lainnya agar dapat membantu mereka dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di tengah keterbatasan personil, peralatan dan anggaran yang mereka miliki.

Sebelumnya pada Agustus lalu, jumlah titik api yang terjadi daerah itu mencapai 259 titik tersebar dalam 15 kecamatan antara lain Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas sebanyak 11 titik api, Bulang Tengah Suku Ulu sebanyak 54 titik api, Jayaloka sebanyak tiga titik api. Kemudian Kecamatan Karang Dapo 15 titik api, Karang Jaya 13 titik api, Megang Sakti dua titik api. Muara Beliti enam titik api, Muara Kelingi 14 titik api.

Selanjutnya Kecamatan Muara Lakitan terdapat 79 titik api, Rupit sebanyak 11 titik api, Nibung empat titik api, Rawas Ilir 13 titik api, Rawas Ulu 11 titik api, Selangit satu titik api dan Kecamatan Ulu Rawas terdapat 22 titik api. (T.KR-NMD/Ant)



Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026