Logo Header Antaranews Sumsel

Dh Energy diminta serius buka tambang

Kamis, 30 Agustus 2012 21:01 WIB
Image Print
....Sebenarnya nota kesepahaman (MoU) untuk pertama kali dilakukan pada 1997, namun hingga kini tidak terealisasi. Malah perusahaannya sendiri sudah memasuki generasi ketiga....

Palembang (ANTARA Sumsel) - PT DH Energy diminta membuktikan keseriusan membuka areal pertambangan di Sumsel sehingga tidak sebatas nota kesepahaman, kata Kepala Bidang Pertambangan Umum Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel Izromaita di Palembang, Kamis..

"Sebenarnya nota kesepahaman (MoU) untuk pertama kali dilakukan pada 1997, namun hingga kini tidak terealisasi. Malah perusahaannya sendiri sudah memasuki generasi ketiga," kata Izromaita menjelaskan.

Menanggapi keinginan PT DH Energy membangun Kawasan Ekonomi Khusus Pendopo Integrated Industrial Park di Kabupaten Muara Enim untuk hilirasi industri batu bara, ia menganjurkan perusahaan itu membuktikan keseriusan dengan memulai kegiatan penambangan seusai dengan area yang dimintakan izin kepada pemerintah kabupaten.

"Buktikan dulu dengan menjalankan komitmen menambang sesuai dengan surat izin, baru nanti bicara kawasan ekonomi khusus hilirisasi batu bara yang membutuhkan dana lebih besar," ujarnya.

Ia mengkhawatirkan perusahaan itu hanya menjaga izin usaha pertambangan (IUP) yang diberikan pemerintah.

"IUP milik PT DH Energy sudah terlalu lama dan rentan dicabut, ada kemungkinan hanya berdalih mempertahankan itu dengan mengajukan proyek lain," katanya.

PT DH Energy, perusahaan yang bergerak di pertambangan batu bara diketahui akan membangun kawasan ekonomi khusus di Pendopo Kabupaten Muara Enim dengan investasi sebesar 2,7 miliar dolar AS.

Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumsel H Eddy Hermanto mengatakan pembentukan kawasan ekonomi khusus di Kecamatan Pendopo karena di wilayah itu ada potensi batu bara yang cukup besar dibandingkan daerah lain.

"Mengenai studi kelayakan sudah dilaksanakan dan tinggal menunggu peraturan dari pemerintah pusat," katanya.
(Dolly)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026