
Investasi di Sumsel meningkat

....Investasi yang paling tinggi berasal dari sektor perkebunan, terutama sawit dan turunannya seperti cpo dan pabrik hingga perkebunan sendiri....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Data Bank Indonesia cabang Palembang membukukan investasi di Sumatera Selatan meningkat 83 persen hingga triwulan kedua (Januari-Juni 2012) dibandingkan tahun 2011.
"Investasi di Sumsel mengalami kemajuan pesat di tahun 2012 dengan meningkat 83 persen dibandingkan 2011," kata Peneliti Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cabang Palembang Gamal Muhammad ketika ditanya pengaruh krisis ekonomi global terhadap iklim investasi di Sumsel di Palembang, Minggu.
Ia melanjutkan, peningkatan signifikan itu menunjukkan kepercayaan dunia usaha dari dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di Sumsel semakin membaik.
"Investasi justru lebih tinggi dibandingkan modal kerja yang hanya naik 50,21 persen. Ini menunjukan kepercayaan masyarakat berinvestasi di Sumsel semakin baik karena menanamkan modal itu sifatnya jangka panjang, artinya mereka percaya pertumbuhan ekonomi terus meningkat pada masa mendatang," ujarnya.
Lonjakan angka investasi itu berkat ketertarikan para investor pada sektor perkebunan yakni karet dan sawit.
"Investasi yang paling tinggi berasal dari sektor perkebunan, terutama sawit dan turunannya seperti cpo dan pabrik hingga perkebunan sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan, angka 83 persen itu termasuk tinggi mengingat konsumsi hanya naik 22,73 persen dan rata-rata kredit 45,77 persen.
"Ini menunjukkan ditengah-tengah krisis global justru aliran dana banyak masuk ke negara berkembang dan salah satunya Indonesia," katanya.
Para investor membidik negara-negara berkembang karena Eropa belum memberikan kepastiaan akibat krisis ekonomi global.
"Saat ini memang rasio perdagangan Indonesia lebih besar impor dibandingkan ekspor, namun tetap positif karena yang masuk justru mesin-mesin industri, itu menunjukkan investasi berjalan sangat baik," ujarnya.
Sementara, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Dinas Perkebunan Sumsel Dian Eka Sapta mengatakan Sumatera Selatan masih menyisakan 2.000 hektare lahan untuk perkebunan karet mengingat sebagian besar telah dimanfaatkan secara maksimal.
"Terjadi penambahan signifikan terhadap luas lahan karet dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2010 sebanyak 1.195.111 hektare dan tahun 2011 telah menembus angka 1,205 juta hektare atau mengalami kenaikan sekitar 10.000 hektare, dengan total produksi 1,105 juta ton getah per tahun," katanya.(Dolly)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
