
Warga padati kawasan objek wisata Pagaralam

....Para wisatawan tersebut banyak juga yang berkunjung ke beberapa situs megalit seperti arca dan rumah batu Tegurwangi, kubur batu Dusun Belumai, situs megalitik Dusun Tanjung Aro dan beberapa situs lainnya....
Pagaralam (ANTARA Sumsel) - Warga dari berbagai daerah mulai memadati berbagai kawasan objek wisata, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, seperti perkebunan teh Gunung Dempo, bendungan dan air terjun.
Pantauan wartawan Antarasumsel.com, pengunjung mulai memadati kawasan wisata Pagaralam sejak Senin hingga Selasa atau hari pertama hingga kedua lebaran atau puncaknya pukul 15.00 WIB yang didominasi anak muda menggunakan kendaraan sepeda motor antrian di loket pengambilan karcis.
Kedatangan pengunjung wisata selain ingin menikmati keindahan alam perkubunan teh, ada juga merasakan kesegaran mandi air terjun Lematang Indah dan air terjun Curum Mangkok di kaki Gunung Dempo.
Namun sayang kondisi saat ini debit air terjun mulai berkurang setelah Pagaralam mengalami kemarau sejak tiga bulan terakhir, dan ditambah lagi sebagian besar hutan banyak mengalami kerusakan atau penggundulan.
"Peningkatan pengunjung menyebabkan terjadi kemacetan dan antrian puluhan meter di pintu gerbang masuk lokasi wisata perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, Gunung Gare dan lokasi wisata kebun teh Gunung Dempo," kata petugas loket lokasi wisata Elpis, di Pagaralam, Senin.
Menurut dia, memasuki hari kedua Idul Fitri 1433 Hijriyah, terjadi peningkatan pengunjung atau wisatawan yang datang ke lokasi wisata Gunung Dempo, sehingga terjadi antrian di pintu masuk tempat pengambilan retribusi.
"Warga yang datang sebagian besar berasal dari daerah sekitar Pagaralam, seperti Jarai, Kotagung, Tanjungsakti, Pajarbulan, kota Lahat, Kabupaten Lahat," ungkap dia.
Ia mengatakan, biasanya pengunjung akan memadati lokasi wisata Gunung Dempo setelah lebaran hari kedua hingga hari kelima.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Senibudaya Kota Pagaralam Helmi mengatakan, ada tiga lokasi wisata yang menjadi favorit bagi warga dari berbagai daerah di Sumsel untuk dikujungi yaitu air terjun Lematang, Curup Mangkok dan kebun teh Gunung Dempo.
"Air terjun Lematang, yang satu-satunya berada di jalan lintas Pagaralam-Lahat itu selalu dipadati masyarakat datang dari berbagai kabupaten termasuk daerah sekitarnya, karena berada dekat jalan negara," kata dia.
Masyarakat yang memadati objek wisata terkenal di daerah pemekaran dari Lahat ini mayoritas datang dari Kabupaten Empatlawang sekitar 45 km dan Kota Lahat atau 64 km dan Muraenim sejauh lebih kurang 110 km.
"Tahun ini kita memprediksi pengunjung obyek wisata Idul Fitri 1433 Hijriyah mencapai 20.000 orang," ungkapnya.
Hampir semua obyek wisata terdapat di Kota Pagaralam dipenuhi wisatawan baik lokal maupun yang datang dari luar daerah seperti Palembang, Jambi, Lampung, Jakarta dan beberapa daerah lainnya.
"Bukan hanya tempat wisata saja yang ramai, tapi termasuk vila serta hotel di kawasan puncak Dempo dipenuhi wisatawan menginap, bahkan mereka sudah memesan satu bulan sebelum Lebaran," ujar dia.
Sebetunya, kata Helmi, beberapa lokasi wisata yang terdapat di Pagaralam yaitu air terjun Curup Embun, Curup Mangkok, kawasan wisata air terjun Lematang Indah, Kecamatan Dempo Tengah, kolam Muara Tenang, Tebat Gheban serta beberapa situs megalitik.
"Para wisatawan tersebut banyak juga yang berkunjung ke beberapa situs megalit seperti arca dan rumah batu Tegurwangi, kubur batu Dusun Belumai, situs megalitik Dusun Tanjung Aro dan beberapa situs lainnya," katanya.
Dia mengatakan, ribuan wisatawan yang mengunjungi obyek wisata ini umumnya merupakan warga pendatang dari luar daerah dan ada juga menginap di beberapa hotel dan villa milik pemerintah di kawasan wisata Gunung Gare.
"Kami sudah membangun berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan, dan kelancaran wisatawan saat berkujung ke Pagaralam," ungkap dia.(Asnadi)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
