Logo Header Antaranews Sumsel

Pusri akan gunakan energi batu bara

Jumat, 10 Agustus 2012 23:06 WIB
Image Print
Ilustrasi = Pabrik pupuk tua (FOTO ANTARA)
....Keempat pabrik yang dimiliki PT Pusri saat ini kondisinya sudah tua, rata-rata usianya 35 tahun ke atas sedangkan idealnya usia pabrik pupuk maksimal 20 tahun....

Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Pupuk Sriwidjaja segera mengganti kegiatan operasional pabrik yang menggunakan bahan bakar gas dengan pembangkit memanfaatkan energi batu bara.

Penggantian pembangkit tersebut dilakukan sebagai langkah efisiensi penggunaan gas yang akan difokuskan hanya untuk memproduksi pupuk urea dan amoniak, kata General Manajer Umum Reza Esfan pada acara Safari Ramadan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel di Palembang, Jumat malam.

Proyek penggantian pembangkit gas dengan energi batu bara itu sekarang ini sedang dipersiapkan proses administrasinya dan diharapkan bisa dimulai pada 2012 ini.

Selain pembangkit memanfaatkan energi batu bara, pada tahun ini juga akan dijalankan tiga proyek pengembangan lainnya yakni pembangunan kapal pengangkut pupuk urea untuk mengantisipasi pendangkalan Sungai Musi.

Kemudian proyek penggantian kapal pengangkut amoniak Sultan Mahmud Badaruddin II yang sudah kurang layak operasional lagi, serta merevitalisasi pabrik pupuk urea Pusri 2 merupakan pabrik urea paling tua di dunia yang dibangun pada 1974, kata Reza.

Dia menjelaskan, manajemen perusahaan pupuk itu memutuskan merivitalisasi atau memperbarui satu dari empat pabrik tua yang dimiliki sekarang ini karena dinilai sudah kurang efisien dari sisi bisnis.

Revitalisasi pabrik yang lokasinya tetap di komplek kantor pusat Jalan Mayor Zen Palembang, pembangunannya direncanakan dimulai bertepatan hari jadi perusahaan pada 24 Desember 2012, ujar General Manajer Umum itu.

Sebelumnya Manager Humas perusahaan pupuk itu Masriza Ali menjelaskan, semua pabrik urea di Palembang sekarang ini kondisinya memprihatinkan, karena sudah berusia tua. Pabrik yang usianya relatif paling muda adalah pabrik 1 B yang dibangun pada 1994.

"Keempat pabrik yang dimiliki PT Pusri saat ini kondisinya sudah tua, rata-rata usianya 35 tahun ke atas sedangkan idealnya usia pabrik pupuk maksimal 20 tahun," katanya.

Melihat kondisi tersebut, setelah proyek revitalisasi pabrik rampung pada 2015 secara bertahap pabrik lainnya juga akan direvitalisasi sehingga ke depan perusahaan pupuk urea kebanggaan masyarakat Sumsel ini bisa kembali berproduksi secara maksimal.

Kapasitas produksi terpasang dari ke empat pabrik itu sekarang ini mencapai 2,262 juta ton per tahun, namun karena kondisinya sudah tua target produksi pupuk urea beberapa tahun terakhir tidak pernah tercapai, kata Masriza menambahkan.(Y009)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026