
BI berperan pemberdayaan umkm

....Dukungan BI lebih kepada peningkatkan upaya-upaya akses UMKM kepada perbankan melalui mekanisme hubungan bisnis yang saling menguntungkan....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Bank Indonesia berperan dalam upaya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, walaupun tidak lagi diperkenankan memberikan bantuan keuangan atau Kredit Likuiditas Bank Indonesia.
"Peranan Bank Indonesia (BI) dalam pengembangan UMKM berubah menjadi bersifat tidak langsung yakni melalui pemberian bantuan teknis seperti pelatihan, penyediaan informasi, fasilitasi, promosi, pengembangan riset, survei, dan inovasi," kata Peneliti Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cabang Palembang Gamal Muhammad di Palembang, Kamis.
Pasca diberlakukannya UU Nomor 3 Tahun 2004, kebijakan Bank Indonesia dalam membantu pengembangan UMKM mengalami perubahan paradigma mendasar, karena tidak lagi memberikan bantuan keuangan atau Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI).
Meski, mengalami perubahan paradigma, bukan berarti kebijakan dan strategi untuk mendukung UMKM menjadi berkurang bagi lembaga Bank Sentral Republik Indonesia itu.
"Dukungan BI lebih kepada peningkatkan upaya-upaya akses UMKM kepada perbankan melalui mekanisme hubungan bisnis yang saling menguntungkan," ujarnya.
Upaya-upaya ini diharapkan dapat membangun sinergi, sehingga mampu menjembatani "gap" antara aspek kehati-hatian yang diterapkan dalam operasi perbankan terhadap UMKM.
Pada intinya, BI berupaya menyambungkan jaringan UMKM dengan perbankan.
"Data atau informasi hasil survei yang dilakukan BI ke ratusan UMKM akan menjadi rekomendasi perbankan. Kami menemukan banyak usaha yang belum tersentuh atau visible tapi belum bankable," katanya.
Berdasarkan data BI Kantor Wilayah Cabang Palembang, sebanyak Rp13.737.282 disalurkan bank konvensional ke UMKM dalam bentuk kredit selama bulan Juli 2012 atau lebih tinggi dari Juni yang mencatat Rp13.266.911.
(Dolly)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
