Logo Header Antaranews Sumsel

Kota Palembang inflasi 0,46 persen

Rabu, 1 Agustus 2012 14:59 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pedagang makanan jelang buka puasa (FOTO ANTARA)
....Berdasarkan pantauan harga pada 66 kota di Indonesia, menunjukkan seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Pangkal Pinang (3,17 persen) dan terendah di Kota Sibolga (0,11 persen)....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengalami inflasi sebesar 0,46 persen pada Juli 2012, sedangkan inflasi secara nasional 0,70 persen, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sumsel Bismark.

Bismark di Palembang, Rabu, mengatakan, inflasi tersebut ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 131,26 persen pada Juni 2012 menjadi 131,87 persen pada Juli 2012.

Ia mengatakan inflasi pada Juli di kota ini disebabkan oleh kenaikan IHK pada empat kelompok pengeluaran yakni bahan makanan (0,79 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,90 persen), perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,46 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,25 persen, sandang dan kelompok kesehatan masing-masing 0,03 persen.

Sementara itu, inflasi tahun kalender 2012 di Kota Palembang adalah 1,51 persen, sedangkan inflasi Juli 2012 terhadap Juli 2011 adalah sebesar 3,70 persen, katanya.

Berdasarkan pantauan harga pada 66 kota di Indonesia, menunjukkan seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Pangkal Pinang (3,17 persen), terendah di Kota Sibolga (0,11 persen).

Pantauan harga 360 komoditas pada sejumlah pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir, Cinde, Lemabang dan Pasar KM-5 termasuk beberapa pasar modern di Kota Palembang, Juli 2012 secara umum mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Berdasarkan pantauan 360 komoditas tersebut, terdapat 78 komoditas yang mengalami kenaikan harga, 12 komoditas terjadi penurunan dan sisanya tidak mengalami perubahan," katanya.

Dijelaskannya, komoditas yang kenaikan harganya memberikan andil cukup berarti terhadap inflasi tersebut adalah daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, beras, dan daging sapi.

Kenaikan harga daging ayam ras 9,82 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,16 persen, telur ayam ras 7,12 persen menyumbang 0,06 persen, dan kenaikan harga gula pasir 4,10 persen menyumbang 0,06 persen.

Selama sebulan terakhir di Kota Palembang terjadi kenaikan harga daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir dan beras.

Berdasarkan pemantauan ANTARA, kenaikan harga daging ayam ras cukup signifikan dari normal kisaran Rp24 ribu menjadi tertinggi Rp30 ribu per kg, selanjutnya telur ayam ras naik dari kisaran Rp12 ribu menjadi tertinggi Rp15.500 per kg, dan beras bermerek kualitas sedang naik kisaran Rp2.000 hingga Rp2.500 per karung isi 20 kg dari harga biasa.

Menurut Akim, pedagang pengumpul di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu bahwa kenaikan harga beberapa barang kebutuhan pokok itu antara lain disebabkan nilai tebus dari agen lebih tinggi dari biasanya.

Sedangkan pasokan barang, kata dia, hingga saat ini tidak ada permasalahan lancar dan berapapun dibutuhkan dapat dipenuhi, hanya nilai tebus saja ada kenaikan, sehingga menjual kembali ke pelanggan disesuaikan.

Contohnya, beras bermerek kualitas sedang dari Rp158 ribu naik menjadi Rp160 ribu per karung.

Bismark menambahkan, jika melihat inflasi di Sumatera bagian Selatan pada Juli 2012, inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 3,17 persen dan terendah Kota Sibolga 0,11 persen. (M033)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026