
BI tak programkan kas keliling

....Pihaknya mengambil kebijakan itu karena pada tahun ini tetap menggandeng 12 bank, baik pemerintah dan swasta dalam melayani kebutuhan masyarakat akan uang pecahan....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Bank Indonesia di Palembang tidak melaksanakan program kas keliling seperti yang dilakukan kota lain dalam memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat.
"Kas keliling membutuhkan tenaga kerja, jika dikerahkan maka kami khawatir akan kekurangan kasir di kantor," kata Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Herry Irman ketika ditanya berapa unit mobil kas keliling yang disiapkan di Palembang, Senin.
Pihaknya mengambil kebijakan itu karena pada tahun ini tetap menggandeng 12 bank, baik pemerintah dan swasta dalam melayani kebutuhan masyarakat akan uang pecahan.
"Bekerja sama dengan 12 bank di Palembang telah dilakukan sejak tahun 2011, sehingga masyarakat telah teredukasi bahwa tidak mesti datang ke kantor Bank Indonesia di Jalan Sudirman," ujarnya.
Apalagi, ke-12 mitra itu yakni BCA, BRI, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank UOB Indonesia, Bank Bukopin, Rabobank Internasional, Bank Sumsel Babel, Bank Ekonomi, dan CIMB Niaga, memiliki lokasi startegis yang tersebar di seluruh penjuru kota.
"Kami yakin tanpa kas keliling pun kebutuhan masyarakat akan terpenuhi karena bank yang diajak bermitra juga jemput bola kepada nasabahnya karena penukaran uang ini dijadikan sarana promosi," katanya.
Ia menambahkan, BI telah mempersiapkan sistem pembayaran tunai dan non tunai agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk Idul Fitri tahun ini.
Berbagai langkah telah dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai, dengan cara mengoptimalkan distribusi dan persediaan di Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri.
"Sebagaimana siklus tahunan, akan terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai dan sistem pembayaran nontunai untuk memenuhi transaksi masyarakat sehingga memproyeksikan kebutuhan uang (outflow) periode Ramadhan dan Idul Fitri sebesar Rp89,4 triliun atau meningkat sebesar Rp 9,1 triliun dibandingkan dengan realisasi tahun lalu. Sementara untuk Kantor Perwakilan BI Wilayah VII di Palembang mendapatkan alokasi Rp4,37 miliar," katanya.
Ia merincikan, untuk Uang Pecahan Besar (UPB) yakni Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000 diproyeksikan sebesar Rp81,1 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) yakni Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 serta uang logam seluruh pecahan disediakan kan sebesar Rp8,3 triliun.
"Persediaan uang ini dinilai sangat mencukupi dalam memenuhi proyeksi kebutuhan uang periode Ramadhan dan Lebaran 1433 H, baik dari sisi jumlah total maupun jumlah perpecahan," ujarnya.(T.pso-039)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
