
Harga karet mulai naik

....Mulai membaiknya harga pasaran karet di daerah itu, membuat petani merasa senang dan terus berharap harga jual komoditas andalan petani daerah tersebut terus membaik....
Musi Rawas (ANTARA Sumsel) - Pergerakan harga karet di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, dalam beberapa hari belakangan mulai naik dibandingkan sebelumnya.
"Saat ini harga jual karet mulai membaik, ini dibuktikan harga jual bulanan dari Rp11.500 per killogram (kg) menjadi Rp12.000 per kg. Sedangkan untuk karet harian masih kisaran Rp11.000 per kg," kata Taufik (35) petani asal Desa Rantau Telang, Kecamatan Karang Jaya, Rabu.
Mulai membaiknya harga pasaran karet di daerah itu, kata dia, membuat masyarakat merasa senang dan terus berharap harga jual komoditas andalan petani daerah itu terus membaik. Apalagi saat ini banyak petani yang membutuhkan uang untuk biaya sekolah anak-anak mereka dan kebutuhan menjelang Ramadhan.
Sejauh ini adanya kenaikan karet di daerah itu, tambah dia, belum optimal akibat produksi getah (latek) yang dihasilkan pohon karet belum normal, karena saat memasuki musim gugur daun sehingga berpengaruh terhadap produksi.
Produksi getah karet asal desa setempat, saat ini setiap harinya menghasilkan 1,5 ton bahkan lebih jika keadaan sedang normal.
Produksi karet itu dijual kepada pedagang penampung di Kecamatan Karang Jaya maupun ke Kota Lubuklinggau, tergantung dengan nilai tawar pembeli dan sebagian dijual kepada pedagang pengumpul yang datang ke desa mereka dengan harga jual lebih murah atas perhitungan dipotong ongkos angkut.
Untuk itu, dia berharap, Pemkab Musi Rawas dan pihak terkait lainnya melakukan pemantauan pasar guna menentukan harga jual karet sesuai pasaran, sehingga tidak terjadi perbedaan harga antar pembeli atau tauke, dengan memberlakukan sesuai harga pemerintah.
Sementara itu Rusdi (40) petani lainnya berharap harga jual karet di daerah itu dapat terus meningkat, karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjelang hari raya atau hari besar lainnya, kecenderungan harga jual malah turun.
Akibatnya petani tidak bisa mempertahankan harga jual, karena didesak kebutuhan sehingga menjual dengan harga rendah sesuai dengan tawaran pembeli.(Ant)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
