Logo Header Antaranews Sumsel

Pasokan daging sapi di Mukomuko berkurang

Sabtu, 14 Juli 2012 13:21 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pedagang daging sapi (FOTO ANTARA)
....Akibat daging sapi dan kerbau langka di wilayah itu, warga setempat banyak mengkonsumsi ikan laut dan sungai termasuk daging ayam kampung dan ayam potong....

Mukomuko, Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Pasokan daging sapi dan kerbau ke beberapa pasar tradisional di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak sebulan terakhir semakin berkurang.

"Di pasar Kecamatan Ipuh, Pasar Pondok Suguh, dan Air Rami sering pedagang tidak ada yang menjual daging sapi dan kerbau," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Ipuh, Ramli, di Mukomuko, Sabtu.

Padahal, kata dia, warga setempat setiap hari dan minggu sangat membutuhkan daging sapi untuk dikonsumsi termasuk usaha-usaha rumah makan setiap hari menggunakan daging untuk makanannya.

Sedangkan di sejumlah pasar mingguan di kecamatan Penarik dan Kota Mukomuko masih ada pedagang yang menjual daging sapi dan kerbau walaupun stok tersedia berkurang.

"Kami perhatikan daging sapi langka hanya di pasar kecamatan Ipuh termasuk pasar terdekat seperti Pondok Suguh, Air Rami, dan Malin Deman," ujarnya lagi.

Ia mengatakan, kekhawatirannya daging sapi yang sekarang itu langka di wilayah tersebut justru saat menjelang puasa dijual oleh pedagang dengan harga tinggi mencapai Rp100 ribu per kilogram.

"Sekarang tidak ada yang menjual daging namun tiba-tiba saja saat nelayan libur melaut pada Jumat dimanfaatkan oleh pedagang menjual daging dengan harga tinggi mencapai Rp100 ribu," ujarnya lagi.

Akibat daging sapi dan kerbau langka di wilayah itu, menurut dia, warga setempat banyak mengkonsumsi ikan laut dan sungai termasuk daging ayam kampung dan potong.

"Warga tetap memakan daging ayam kampung dan ayam potong termasuk ikan baik dari nelayan setempat," ujarnya lagi.(Ant)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026