Logo Header Antaranews Sumsel

Rombongan Lembaga Aceh Internasional Indonesia ke Pagaralam

Selasa, 3 Juli 2012 19:41 WIB
Image Print
...Rombongan yang datang ke Pagaralam berasal dari Jerman, Belanda, Jepang, China, Malaysia, Singapura dan pengusaha travel agen dari Jakarta serta Bandung...

Pagaralam, Sumsel (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 24 wisatawan mancanegara dan domestik yang tergabung dalam Lembaga Aceh Internasional Indonesia mengunjungi berbagai objek wisata di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa.

"Lembaga Aceh Internasional Indonesia (LAII) sudah melakukan kerja sama dengan berbagai agen perjalanan wisatawan internasional untuk mengunjungi berbagai daerah wisata di Indonesia termasuk Kota Pagaralam," kata Ketua Umum LAII dan Motivator Pariwista Aceh dan Sumatera, Zulkifli.

Zulkifli mengatakan, wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Pagaralam berasal dari Jerman, Belanda, Jepang, China, Malaysia, Singapura dan termasuk para pengusaha bidang travel agen dari Jakarta serta Bandung ikut dalam rombongan.

Kalau untuk Sumatera, kata dia, daerah yang dikunjungi meliputi Aceh, Sumsel dan Provinsi Bengkulu.

"Pagaralam dipilih untuk kunjungan wisatawan asing, karena keindahan dan kondisi alam masih bersih, alami khususnya makanan," ungkap dia.

Ia mengatakan, alam pegunungan dimiliki Pagaralam cukup menarik bagi wisatawan untuk memilih daerah yang akan dikunjungi.

"Rombongan wisatawan mancanegara dan domistik ini ada 24 orang, mereka ingin sekali mempelajari sejarah lokal dan adat istiadat termasuk bahasa maupun kuliner khas masyarakat Kota Pagaralam," ungkap dia.

Menurut dia, Pagaralam masih alami dengan udara sejuk dan bersih serta didukung hasil bumi berlimpa terutama bidang pertanian.

"Namun tak bisa dipungkiri peran pelaku wisata baik dalam dan luar negeri melalui travel agen nasional merupakan kunci suksesnya dunia pariwisata," ujar dia.

Wisatawan asal Belanda Sinthia Jogiastra mengatakan, selama berada di Pagaralam banyak sekali dijumpai berbagai hal baru sehingga menjadikan ketertarikan untuk datang kembali.

"Kami sangat tertarik kondisi kearifan lokal, baik masyarakat, adat istiadat, sejarah dan makanannya yang masih alami," ungkap dia.

Sinthia mencontohkan, kehidupan petani dalam menanam, pemetikan buah jagung sampai kepada cara pengelolaan jagung bakar dan jagung rebus, termasuk atraksi cara pengelolaan buah kopi sampai kepada bubuk kopi secara langsung.

"Selama ini kami tidak pernah tau bentuk tanaman kopi, jagung dan kehidupan masyarakat pedesaan," ungkapnya.

Pagaralam, kata dia, ternyata memiliki potensi alam yang cukup besar seperti Gunung Dempo, air terjun, pabrik teh dan berbagai objek wisata lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pagaralam, Sukaimi mengatakan, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program pariwisata terutama membangun berbagai fasilitas pendukung.

"Kita sudah bangun vila, hotel, jalan, dan infrastruktur di beberapa daerah yang dapat dijadikan sebagai tempat wisatawan berkunjung," ujar dia.

Dia melanjutkan, namun keterbatasan anggaran juga menjadi persoalan dalam mempercepat pembangunan berbagai fasilitas umum terutama kawasan wisata terpadu. (ANT-As)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026