
Pengadaan Bulog 2,25 juta ton beras

....Pengadaan yang relatif baik ini tidak lepas dari upaya membuat jaringan semut di tingkat petani dan mekanisme dorong tarik....
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Perum Bulog sampai dengan pertengahan Juni 2012 pengadaan beras terealisasi mencapai 2,25 juta ton setara beras atau melampaui pengadaan tahun 2010 dan 2011.
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Jakarta, Minggu, mengatakan sampai kini penyerapan beras Bulog masih terus berjalan dengan rata-rata nasional 17.000 ton/hari.
"Jaringan semut dan mekanisme dorong tarik berdampak positif terhadap penyerapan. Kondisi harga beras dan gabah di pasar yang masih relatif stabil makin mempermudah penyerapan beras dan gabah petani," katanya.
Data BUMN pangan tersebut menunjukkan sejak Januari hingga pertengahan Juni sudah sebanyak 2,25 juta ton melewati realisasi pengadaan pada 2010 dan 2011 yang masing-masing 1,9 juta ton dan 1,8 juta ton beras.
Menurut dia, faktor pendongkrak penyerapan Bulog yakni melalui gerakan pasukan semut dan mekanisme dorong tarik yang lebih kencang.
Pasukan semut merupakan upaya Bulog menggandeng gabungan kelompok tani (gapoktan) agar menjual gabahnya langsung kepada Bulog.
Sedangkan mekanisme dorong tarik, tambahnya adalah kerja sama Bulog dengan pemerintah daerah untuk memberikan informasi lokasi panen, kemudian Bulog terjun langsung membeli gabah/beras di lokasi.
"Di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan, mekanisme dorong tarik ini sudah sangat intensif," kata Sutarto.
Sementara itu Kepala Divre Bulog Jawa Timur, Rito Angky ketika dihubungi mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat target pengadaan beras sebanyak 1,036 juta ton, namun hingga Juni sudah terealisasi sebanyak 693.685 ton dari kontrak sebanyak 716.201 ton setara beras.
Jumlah pengadaan tersebut lebih tinggi dibandingkan dua tahun lalu, bahkan dibandingkan total pengadaan tahun 2010 hanya mencapai 615.302 ton setara beras, apalagi dibandingkan total pengadaan 2011 hanya 411.764 ton.
"Pengadaan yang relatif baik ini tidak lepas dari upaya kita membuat jaringan semut di tingkat petani dan mekanisme dorong tarik," katanya.
Selain berasal dari mitra Bulog dan kerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani, pengadaan beras juga disumbang dari Satgas Bulog sebanyak 48.732 ton beras dan 3.452 ton gabah dan Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB) sekitar 75.803 ton.
Dengan volume pengadaan yang lebih baik dibandingkan dua tahun terakhir, Angky optimistis pihaknya dapat mencapai target. Apalagi pengadaan harian di Divre Bulog Jawa Timur rata-rata masih sebanyak 4.000-5.000 ton/hari.(Ant)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
