
Pembangunan dua kilang Pertamina selesai 2018

....Bila seluruh proyek Pertamina tersebut terlaksana, maka bisa mengimbangi pertumbuhan konsumsi BBM yang mencapai empat persen per tahun....
Jakarta (ANTARA Sumsel) - PT Pertamina (Persero) optimistis Pembangunan dua kilang baru pengolahan bahan bakar minyak milik Pertamina dapat diselesaikan pada 2018.
Direktur Pengolahan Pertamina, Chrisna Damayanto di Jakarta, Rabu mengatakan, saat ini proses pembangunan kilang masih tahap studi kelayakan.
"Kami optimistis proyek kilang selesai pada 2018," katanya.
Menurut dia, pembangunan kilang kini masih menghadapi kendala insentif yang diminta investor dan juga ketersediaan lahan, namun tetap melakukan upaya agar proyek berjalan sesuai rencana.
Pihaknya memang telah memutuskan menunda lokasi kilang yang sebelumnya direncanakan di Balongan, Jabar dan Tuban, Jatim, karena berencana membangun kilang di lahan milik sendiri.
"Kami tawarkan lokasi kilang di Bontang, Kaltim kepada investor. Di sana, Pertamina punya lahan milik sendiri seluas 1.800 ha," katanya.
Rencana pemindahan lokasi kilang baru yang sebelumnya akan dibangun di Balongan dan Tuban ke lahan milik sendiri, dikarenakan maraknya aksi spekulasi tanah.
Akibat ulah spekulan, harga tanah di Tuban maupun Balongan menjadi tidak rasional karena kenaikannya berkali-lipat.
Catatan Pertamina, harga tanah naik dari semula Rp65.000 per meter persegi menjadi Rp3,6 juta per meter persegi.
Terkait insentif fiskal, lanjutnya, pihaknya juga tengah mengupayakannya ke pemerintah.
Pertamina merencanakan pembangunan kilang di Balongan berkapasitas 300.000 barel per hari bekerja sama dengan Kuwait Petroleum Corporation dan di Tuban juga berkapasitas 300.000 barel per hari bekerja sama dengan Saudi Aramco Asia Company Limited.
Chrisna mengatakan, meski lokasi kemungkinan berubah, namun kerja sama pembangunan kilang dengan kedua investor tersebut masih berjalan.
Studi kelayakan bersama dengan Kuwait Petroleum akan selesai akhir Desember 2012.
Sedang, studi Saudi Aramco diminta juga dituntaskan akhir tahun 2012.
Ia juga mengatakan, pihaknya berkepentingan membangun kilang untuk mengantisipasi kebutuhan impor BBM semakin yang besar.
"Kilang baru ini akan meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia akan impor BBM," ujarnya.
Di samping kilang baru, Pertamina juga memperbesar kapasitas produksi BBM pada kilang yang ada seperti di Plaju dan Cilacap yang akan menambah produksi premium secara signifikan.
Proyek penambahan kapasitas BBM lainnya ada di Pangkalan Brandan dan Balikpapan.
"Bila seluruh proyek tersebut terlaksana, maka bisa mengimbangi pertumbuhan konsumsi BBM yang mencapai empat persen per tahun," ujarnya.
Chrisna juga menambahkan, pihaknya akan mengolah lebih banyak minyak mentah dalam negeri untuk meminimalkan impor dan menghemat devisa negara.
Saat ini, Pertamina memiliki enam unit kilang dengan total kapasitas 1,031 juta barel per hari yang 70 persennya diolah menjadi BBM jenis premium, solar, avtur, dan minyak tanah.
Sisanya, menjadi produk sampingan seperti aspal dan produk petrokimia.
Di tahun 2012, Pertamina mencatat penggunaan minyak mentah domestik lebih besar 2,2 persen dan impor minyak mentah lebih kecil 10 persen dibandingkan 2011.
Secara total terdapat peningkatan volume minyak mentah yang diolah hingga April 2012 dibandingkan 2011.(Ant)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
