
Prajurit itu berasal dari rakyat

....TNI sebagai pembina teritorial, harus menyatu dengan seluruh lapisan masyarakat....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI M Nasir mengingatkan para prajurit di jajaran institusi itu agar tetap menyatu dengan rakyat dan benar-benar menjadi tentara pejuang yang berasal dari warga.
Jati diri TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara profesional yang diterapkan di dalam kehidupan TNI untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, kata Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI M Nasir pada acara sosialisasi bimbingan teknis, aplikasi dan kajian program kerja 2012 di Palembang, Kamis.
Bahkan, TNI sebagai pembina teritorial sehingga harus menyatu dengan seluruh lapisan masyarakat.
Pembinaan teritorial pada hakekatnya upaya TNI dalam menyiapkan Geografi, Demografi dan kondisi sosial menjadi ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh serta kemanunggalan TNI Rakyat.
Mengenai metode yang digunakan antara lain dijabarkan dalam program pembinaan teritorial di antaranya melalui metode bhakti TNI dan metode pembinaan wilayah.
Oleh karena itu melalui kegiatan bimbingan teknis tersebut mempunyai makna yang sangat strategis dalam pembinaan teritorial.
Hal ini karena para peserta kegiatan tersebut diharapkan akan menjadi kader-kader yang dapat mensosialisasikan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di satuan masing-masing.
Memang, pembinaan teritorial merupakan salah satu fungsi utama TNI AD karena sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 2 tahun 2002 tentang pertahanan negara.
Selain itu sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI dalam melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan.
Jadi menyatu dengan rakyat sudah bagian dari kehidupan prajurit TNI. (U005)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
