Logo Header Antaranews Sumsel

Harga telur ayam di Palembang turun

Minggu, 6 Mei 2012 10:31 WIB
Image Print
Suasana pasar tradisional di Sekip Ujung Palembang. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/11)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Harga telur ayam ras pada sejumlah pasar tradisional di Palembang, Minggu, tercatat Rp12.600 per kilogram, atau turun dibandingkan sebelumnya Rp12.800 per kg.

Menurut Akim, pedagang di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu Palembang bahwa harga telur ayam ras dalam sepekan terakhir dua kali mengalami penurunan dari semula kisaran Rp14 ribu per kg, hingga terendah menjadi hanya Rp12.600 per kg.

Dikemukakannya, harga telur ayam ras terjadi penurunan karena pasokan lancar, dan nilai tebus ditetapkan pihak pengusaha peternak ayam petelur di daerah ini lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Mengenai dampak terhadap penurunan harga tersebut, menurut dia, memang ada pengaruhnya yakni daya beli masyarakat semakin tinggi.

Menurut dia, kalau biasanya habis terjual kisaran 70 hingga 80 kg per hari, sekarang mencapai lebih dari satu kuintal per hari.

Calon pembeli tersebut, sebagian besar adalah pedagang pengecer atau pemilik warung di perkampungan, dan sebagian lagi masyarakat untuk kebutuhan sendiri, katanya.

Selain telur ayam ras, harga daging ayam potong dalam sepekan terakhir juga ada pergeseran walaupun selalu terjadi perubahan dari naik kemudian turun lagi.

Menurut Ny Rogayah, pedagang di pasar yang sama bahwa harga daging ayam ras potong dalam sepekan terakhir memang belum stabil, namun cenderung menurun dari sebelumnya antara Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per kg, sekarang kisaran Rp24 ribu dan tertinggi Rp25 ribu per kg.

Para pedagang, menjual daging ayam potong tergantung dengan nilai tebus dari pengusaha peternak, sehingga harga menyesuaikan, katanya.

Sementara, dari pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel menyebutkan bahwa nilai tukar peternak di Sumatera Selatan selama April 2012 mencapai 105,11 persen, naik 0,08 persen dari bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel, Haslani Haris, di Palembang sebelumnya mengatakan bahwa kondisi tersebut menunjukkan peternak di daerah itu mengalami surplus dalam kemampuannya membeli barang konsumsi maupun produksinya.

Ia mengatakan, peningkatan tersebut karena indek harga yang diterima lebih besar dibandingkan indek harga dibayar peternak.

Selanjutnya, indek harga yang diterima peternak bulan Maret 2012 naik dari 130,60 menjadi 130,96 persen pada April 2012

Dijelaskannya, naiknya indek harga diterima peternak pada April 2012 berasal dari komoditas ternak kecil, hasil ternak dan ternak besar masing-masing naik 0,80, dan 0,36 persen.

Sedangkan indek harga yang dibayar peternak pada April 2012 juga naik 0,19 persen. Naiknya harga dibayar peternak karena indeks harga konsumsi rumah tangga naik 0,33 persen, sementara indek biaya produksi turun 0,03 persen, katanya. (ANT-M033)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026