Logo Header Antaranews Sumsel

Wakil Bupati Mesuji dicopot

Sabtu, 5 Mei 2012 01:40 WIB
Image Print

Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Bupati Mesuji Khamamik menerima secara resmi surat keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang pemberhentian Wakil Bupati Mesuji nonaktif Ismail Ishak dari jabatannya di Bandarlampung, Jumat.

SK bernomor 123.18.284.2012 per 24 April, diserahkan Wakil Gubernur Lampung Joko Umar Said, di ruang kerjanya sekitar Pukul 16.00 WIB.

"Kami meminta pak bupati bisa menyampaikan keputusan ini kepada pak Ismail secara langsung," kata Joko Umar Said, saat menyerahkan sejumlah berkas surat-surat dari Mendagri kepada Khamamik.

Ia menambahkan, meskipun berat untuk menyampaikan SK tersebut, namun proses hukum harus tetap ditegakkan.

"Saya yakin, pak bupati punya tugas menenangkan wilayahnya, melalui pendekatan kepada masyarakat, saya yakin dia dapat memberikan penjelasan yang bisa diterima oleh masyarakat di sana," kata dia.

Program-program Pemerintahan Mesuji, menurutnya, harus tetap berjalan sebagai mana mestinya. Kalau tidak ada dukungan dari masyarakat setempat, maka kabupaten itu akan sulit maju, padahal, potensi sumber daya alam (SDA) di sana cukup baik.

Pemerintah Provinsi Lampung, tambahnya, akan mendukung keamanan di kabupaten tersebut dan meminta kepada Khamamik untuk melaporkan jika kondisi keamanan di sana terganggu.

Terkait kerusakan perkantoran Pemerintah Mesuji, akibat amukan warga setempat, kemarin (Kamis) pihaknya meminta pemkab setempat segera melakukan invetarisasi kerusakan.

Sementara, Bupati Mesuji Khamamik menyayangkan tindakan anarkis dari sekelompok orang yang diyakininya bukan warga mesuji.

"Saya menyayangkan aksi-aksi premanisme mereka, akibat perbuatannya itu, sebagian besar dokumen negara terbakar," katanya.

Kerugian akibat pembakaran itu ditaksir mencapai Rp4 miliar. Tapi pihaknya tetap melakukan aktivitas kerja meskipun kondisi perkantoran tidak kondusif.

"Bila perlu, saya tekankan pada pegawai di sana, kita bekerja dibawah tenda, jika kerja-kerja itu berkaitan dengan pelayanan publik," ujarnya.

Sementara, kondisi Mesuji sudah berangsur kondusif, namun aparat kepolisian masih melakukan penjagaan di lokasi kantor Pemkab Mesuji dan rumah dinas bupati setempat.

Berdasarkan pantauan ANTARA di perkantoran Pemkab Mesuji, Jumat pagi, sejumlah pegawai negeri sipil setempat melakukan pemeriksaan atas puing-puing kebakaran itu untuk mencari berkas atau barang lainnya yang tidak terbakar.

Sejumlah PNS Pemkab Mesuji juga bekerja di mes, sekitar 40 meter dari puing kantor terbakar. Sementara itu, sejumlah warga setempat masih berkerumun di lokasi bekas kebakaran itu.

"Kondisi sudah mulai kondusif, para demonstran tidak lagi kembali " kata salah satu warga setempat.

Meski kondisi Mesuji sudah mulai kondusif, aparat kepolisian tetap berjaga di areal perkantoran Pemkab Mesuji. Mereka juga membangun satu pos pemeriksaan sehubungan Mendagri direncanakan berkunjung ke daerah itu pada Sabtu (5/5).

Kantor Pemkab Mesuji dibakar massa yang berjumlah sekitar 300 orang, kemarin (3/5). Sebagian massa itu diduga pendukung Ismail Ishak, Wakil Bupati Mesuji nonaktif.

Massa membakar kantor Bupati Mesuji karena keluarga Ismail Ishak tidak terima rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang tetap menonaktifkan Ismail Ishak dari jabatannya sebagai wakil bupati setempat. (ANT/pso-316)




Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026