Logo Header Antaranews Sumsel

Produksi batu bara di Sumsel belum terdata

Selasa, 10 April 2012 08:46 WIB
Image Print
Operator alat berat sedang melakukan pengaturan muatan batu bara di kawasan Kertapati, Palembang. (FOTO ANTARA/Ansyor/12)
...Kita tidak mengetahui berapa produksi batu bara yang dikeluarkan, makanya kita evaluasi dan kita data...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Produksi baru bara dari perusahaan tambang yang beroperasional di Sumatera Selatan tidak diketahui jumlah persisnya oleh Dinas Pertambangan dan Energi provinsi setempat.

"Kita tidak mengetahui berapa produksi batu bara yang dikeluarkan, makanya kita evaluasi dan kita data," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel, Robert Heri di Palembang, Selasa.

Menurut dia, selama ini mereka tidak mengetahui yang produksi itu tambang mana saja, apa ada yang liar atau tidak.

Selain itu, pihaknya juga tidak mengetahui berapa besar batu bara yang keluar ke Lampung atau ke Tanjung Lago, karenanya akan dievaluasi dan didata sehingga bisa mengambil langkah-langkah, katanya.

Ia menyatakan, selama ini izin usaha pertambangan (IUP) dikeluarkan kabupaten dan kota, sehingga Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel tidak bisa mengetahuinya data persisnya.

Terkait dengan ini, pihaknya akan mencoba mengajak kabupaten dan kota untuk berbicara jumlah pertambangan dan termasuk perizinan.

Kedepannya akan dievaluasi, artinya angkutan boleh lewat mempunyai legalitas jelas, dan bagi yang tidak punya legalitas maka tidak bisa jalan.

Ia menuturkan, kalau mereka tidak bisa memberikan sanksi kepada perusahaan nakal, karenanya akan minta kepada yang mengeluarkan izin yakni pihak kabupaten dan kota agar memberikan sanksi.

Sekarang ini ada 320 yang memegang izin usaha pertambangan di Sumsel.

Daerah yang paling banyak produksi tambang itu yakni Kabupaten Lahat, Muaraenim, Musi Rawas dan Kabupaten Musi Banyuasin, demikian Robert Heri. (ANT/KR-Sus)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026