
Kunjungan kapal asing di Pelabuhan Palembang minim

...Kunjungan kapal di dermaga umum luar negeri regular pada Januari 2012 tercatat hanya tiga unit dan Februari dua unit...
Palembang, (ANTARA Sumsel) - Kunjungan kapal luar negeri di dermaga umum PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Pelabuhan Boom Baru Palembang, masih sangat minim.
Kunjungan kapal di dermaga umum luar negeri regular pada Januari 2012 tercatat hanya tiga unit dan Februari dua unit, kemudian nonreguler pada Januari tercatat 22 unit dan Februari tercatat 23 unit, kata Advisor Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan/Humas PT Pelindo II Cabang Palembang, Duskisyah, di Palembang, Senin.
Sedangkan pelayaran dalam negeri selama Januari 2012 tercatat 90 unit kapal dan Februari 98 unit, pelayaran rakyat Januari 15 kapal dan Februari 13 kapal, pelayaran perintis, kapal negara atau tamu hanya pada Januari tercatat satu unit.
Duskisyah menjelaskan, kapal tersebut melakukan kegiatan bongkar muat dalam bentuk general cargo, bag cargo, curah cair, curah kering, dan peti kemas.
Bongkar muat general cargo selama Januari 2012 tercatat 26 ribu ton, dan Februari sebanyak 51 ribu ton, bag cargo Januari 147 ribu ton, dan Februari 67 ribu ton, curah cair 134 ribu ton, dan Februari 80 ribu ton, curah kering Januari 200 ribu ton, dan Februari 298 ribu ton, peti kemas Januari 5.400 kotak (box), dan Februari 2012 sebanyak 5.700 box.
Pelayanan jasa kepelabuhanan kepada mitra pelayaran dari dalam dan luar negeri tersebut, sejauh ini dapat dilakukan dengan baik, dan ke depan akan terus ditingkatkan dengan melakukan pembenahan sistem pelayanan dan penambahan peralatan, kata dia.
Guna melakukan pembenahan sistem pelayanan, PT Pelindo II Palembang pada pertengahan Maret 2012, ini telah menerapkan sistem pergerakan kapal yang akan masuk ke perairan Sungai Musi dan sistem bongkar muat barang di pelabuhan peti kemas Boom Baru dengan sistem "berthing window".
Sistem "berthing window" adalah sistem pengaturan terhadap mitra pelayaran untuk masuk ke pelabuhan, sehingga kegiatan bongkar muat kapal dapat lebih cepat dan lancar.
Sedangkan untuk penambahan peralatan telah dimulai pada tahun 2011 dengan mendatangkan sembilan alat bongkar muat baru dari China.
Sembilan alat bongkar muat baru itu, berupa satu unit container crane dan empat unit Rail Mounted Gantry Crane (RMGC) untuk menunjang kegiatan bongkar muat di dermaga peti kemas, serta empat unit jeb crane untuk bongkar muat barang di dermaga konvensional.
Semua upaya tersebut diharapkan pelayanan jasa kepelabuhan dapat terus berjalan dengan baik, dan mencegah timbul masalah penumpukan antrean kapal di pelabuhan yang kini aktivitasnya terus mengalami peningkatan, kata Humas PT Pelindo II Palembang itu menambahkan. (ANT-Yd/*BSB)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
