
Dahlan periksa kesehatan ke China

Jakarta, (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan, Selasa sore berangkat ke Tiongkok untuk keperluan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (check up).
"Siang ini saya berangkat ke Tiongkok untuk memeriksakan kesehatan. Saya juga mohon doanya," kata Dahlan melalui surat elektronik di Jakarta, Selasa.
Dahlan menyebutkan keberangkatannya ke negeri Tirai Bambu tersebut terkait dengan perawatan hatinya.
"Pemeriksaan hati saya sudah terlambat delapan bulan. Saya menunda pemeriksaan karena banyak pekerjaan," ujarnya.
Mantan Dirut PT PLN ini menjelaskan keterlambatan pemeriksaan tersebut juga karena sejauh ini merasa ada sesuatu yang mencurigakan.
Diakui Dahlan, dirinya sudah terus ditegur oleh dokter karena sudah terlalu lama menunda pemeriksaan kesehatan.
Ia mengatakan bahwa dirinya menjalani transplantasi hati pada tanggal 6 Agustus 2007 di First Centre Hospital, Tianjin, China.
Sesuai dengan ilmu kedokteran, lima tahun merupakan masa kritis seorang pasien tranplantasi liver.
"Tahun ini (6 Agustus 2012) saya akan melewati masa kritis itu setelah ganti hati," ujarnya.
Pria kelahiran 17 Agustus 1951 ini mengatakan, "Bila melewati lima tahun, insya Allah pertanda hati baru saya sudah benar-benar menyatu dengan tubuh saya."
Dahlan sebelumnya mengaku deg-degan menjelang 6 Agustus 2012, ibarat menghitung hari.
Meski begitu, Dahlan memberikan gambaran bahwa transpalantasi hati bagi seseorang hanya sebuah jalan, namun tetap takdir yang menentukan.
"Untuk itu, saya bersyukur mendapatkan berkah dan bisa bertahan hingga saat ini," ujarnya.
Ia pun membeberkan kunci dirinya bisa bertahan adalah disiplin.
"Saya disiplin karena taruhannya mati. Sesuatu yang taruhannya mati akan membuat seseorang tingkat disiplinnya meningkat," ujarnya.
Selain itu Dahlan juga membuka rahasia bisa bertahan, yaitu tetap bekerja keras, berolahraga, dan tidak lupa minum obat.
"Obat yang saya konsumsi tiga kali sehari bukanlah untuk menyembuhkan, melainkan hanya alat untuk mempertahankan agar hati yang dicangkok tetap terkoneksi dengan tubuh saya," ujarnya.
Ia bersoloroh ibarat komputer obat itu hanya semacam konektor dari komputer Apple ke Microsoft.
(ANT-R017/BSB)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
