Logo Header Antaranews Sumsel

BBM di Baturaja semakin langka

Rabu, 7 Maret 2012 07:01 WIB
Image Print
Aktivitas pendistribusian BBM ke SPBU di wilayah Sumsel dari Depo Pertamina, Kertapati Palembang. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/12)
...Antrean kendaraan roda dua dan empat yang akan mengisi BBM, baik jenis premium maupun solar semakin panjang...

Palembang, (ANTARA News) - Bahan bakar minyak (BBM) di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan semakin langka sejak beberapa pekan terakhir, dan Rabu pagi, kondisinya semakin parah.

Antrean kendaraan roda dua dan empat yang akan mengisi BBM, baik jenis premium maupun solar semakin panjang, bahkan ada warga yang harus antre lebih dulu dengan memarkirkan kendaraannya di jalan masuk ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak dini hari.

Kondisi antrean kendaraan yang semakin panjang di SPBU dalam Kota Baturaja itu, juga dipicu mulai datangnya para peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi dari seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

"Kebutuhan BBM di kota itu mengalami peningkatan karena yang membeli bukan hanya warga Baturaja, tetapi juga tamu peserta MTQ," ujar Salim, salah seorang warga setempat.

Menurut dia, pada hari biasa saja masyarakat harus antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM di SPBU daerah itu, apalagi dalam kondisi ada kegiatan tingkat provinsi seperti sekarang ini, masyarakat perlu perjuangan lebih keras untuk mendapatkan BBM.

Akibat kesulitan memperoleh BBM, warga yang tidak memiliki waktu untuk antre berjam-jam di SPBU dengan berat hati harus mengeluarkan uang ekstra untuk membeli premium dan solar di kios pedagang BBM kaki lima dadakan yang banyak ditemukan di sekitar SPBU dan sepanjang jalan protokol Kota Baturaja.

Premium dan solar dijual pedagang kaki lima dengan harga Rp5.500 hingga Rp7.000 per liternya, selisih harga yang cukup besar dari harga resmi Pertamina sangat memberatkan, ujar Salim, mengeluhkan kondisi tersebut.

Sebelumnya, salah seorang dosen Universitas Baturaja, Yetty Oktarina mengatakan, pemerintah daerah dan Pertamina seharusnya melakukan langkah antisipasi terjadi peningkatan permintaan dan kondisi kesulitan memperoleh BBM di kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi itu.

Jika pasokan BBM ke SPBU di daerah ini tidak segera ditambah, dikhawatirkan aktivitas masyarakat dan kegiatan tingkat Provinsi Sumsel itu akan terganggu, mengingat kendaraan yang ada tidak memiliki bahan bakar sesuai kebutuhannya, ujar dia. (ANT-Yd/*BSB)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026