Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet ekspor Sumsel bergerak naik

Minggu, 4 Maret 2012 08:52 WIB
Image Print
Contoh karet ekspor yang diproduksi anggota Gapkindo Sumsel. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/11)

Palembang, (ANTARA News) - Harga karet ekspor kualitas 90 persen di Sumatera Selatan pada Minggu tercatat Rp31.053 per kilogram atau naik dibandingkan sebelumnya kisaran Rp30.770 per kg.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, H Awie Aman di Palembang, mengatakan, naiknya harga karet tersebut karena mengikuti perkembangan harga di luar negeri yang cenderung semakin membaik.

Ia menjelaskan, nilai jual karet yang dibeli pedagang pengumpul dari petani dan melalui pasar lelang koperasi unit desa di Sumsel selama ini tergantung kepada pergerakan harga di luar negeri, karena sebagian besar hasil salah satu komoditas perkebunan itu diekspor ke beberapa negara konsumen.

Menurut dia, komoditas karet yang dihasilkan petani di sejumlah daerah di Sumsel, setelah dibeli oleh para pedagang pengumpul selanjutnya dipasok ke perusahaan industri pengolahan karet anggota Gapkindo di provinsi tersebut khususnya di Kota Palembang.

Mengenai perkembangan harga karet, berdasarkan data yang diperoleh melalui Gapkindo setempat, harga karet ekspor kualitas 90 persen di Sumsel selama sepekan terakhir rata-rata di atas Rp30.000 per kilogram.

Secara rinci, harga karet ekspor kualitas 90 persen sejak 1 Februari 2012 tercatat Rp30.703 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp30.032, dan berikutnya naik menjadi Rp30.192 seterusnya naik lagi hingga Rp31.202 per kg, kemudian berubah lagi menjadi Rp30.770 per kg.

Harga karet ekspor Sumsel sejak 29 Februari 2012 tercatat Rp30.927 per kilogram, dan pada 1 Maret 2012 berubah lagi menjadi Rp31.053 per kg dan harga tersebut bertahan hingga Minggu pagi.

Sedangkan harga karet di tingkat petani daerah Kabupaten Muaraenim dan beberapa daerah lainnya di Sumsel masih antara Rp16 ribu hingga tertinggi Rp17 ribu per kg.

Menurut Musnadi (32) petani di Desa Pagargunung, Lubai, Kabupaten Muaraenim ketika ditemui di Palembang, Sabtu (3/3) bahwa harga karet di tingkat petani dibeli pedagang pengumpul kisaran Rp16.500 per kg.

"Memang dalam sepekan terakhir harga karet di tingkat petani selalu terjadi perubahan, dari naik kemudian turun lagi dan seterusnya, namun masih di atas Rp16 ribu per kg," katanya.

Ia berharap, harga karet di tingkat petani terus membaik, sehingga kesejahteraan petanipun akan ikut meningkat.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat, karet yang dipasarkan di Sumsel dipasok dari sejumlah daerah sentra produksi seperti Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musirawas, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Komering Ulu Timur dengan total luas hampir mencapai satu juta hektare.

Namun, dari total luas areal perkebunan karet tersebut sebagian diusahakan oleh petani secara tradisional dan sebagian lagi dikelola olah perusahaan perkebunan besar swasta nasional dan asing. (ANT-Parni)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026