
Pemprov Babel bantu Bangka Barat swasembada daging

Muntok, Bangka Barat, (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel), membantu kelompok tani di Kabupaten Bangka Barat mewujudkan program swasembada daging dengan menyalurkan 20 ekor sapi beberapa hari lalu.
"20 ekor induk sapi Bali terdiri dari 14 ekor betina dan enam ekor pejantan telah diserahkan ke kelompok tani di Desa Penganak, Kecamatan Parittiga," ujar Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Barat, Gunawan di Muntok, Rabu.
Ia menjelaskan, sebanyak 20 ekor sapi yang beberapa diantaranya sudah bunting tersebut akan dikelola langsung masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani dengan pantauan intensif petugas peternakkan agar dapat berkembangbiak dengan baik.
"Kami berhasil mendapatkan bantuan dari Pemprov, hal ini menunjukkan bahwa kami berhasil meningkatkan populasi sapi mengingat sebagian besar pemkab di Babel banyak yang mengharapkan bantuan tersebut," ujarnya.
Menurut dia, langkah pendampingan dari petugas peternakan dilakukan mengingat masyarakat setempat masih minim pengetahuan beternak, terutama ternak sapi. Bantuan sapi dari Pemprov diharapkan pada tahun ini berkembang biak minimal enam ekor sehingga dapat menambah jumlah populasi ternak di daerah itu.
Populasi sapi di Bangka Barat pada 2010 sebanyak 560 ekor, pada 2011 meningkat menjadi 828 ekor dan diharapkan pada 2012 meningkat menjadi 1.000 ekor sehingga dapat terwujud swsembada daging sapi pada 2015.
Menurut dia, upaya peningkatan populasi ternak terus dilakukan di daerah itu karena kebutuhan daging semakin meningkat dan saat ini untuk memenuhi kebutuhan tersebut masih dipasok dari luar daerah terutama dari Palembang dan Jawa.
Selain sapi, pada 2011 daerah tersebut juga terdapat ternak lain dan jumlahnya mengalami peningkatan, seperti kambing sebanyak 970 ekor, kerbau enam ekor, domba 85 ekor, ayam buras 117.782 ekor, ayam pedaging 128.838 ekor dan babi 1.295 ekor.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2010 yaitu, kambing sebanyak 955 ekor, kerbau enam ekor, domba 70 ekor, ayam buras 111.000 ekor, ayam pedaging 125.000 ekor dan babi 1.100 ekor.
"Kami menargetkan pada 2012 jumlah tersebut meningkat menjadi, kambing sebanyak 1.200 ekor, kerbau 10 ekor, domba 150 ekor, ayam buras 125.000 ekor, ayam pedaging 130.000 ekor dan babi 1.300 ekor," ujarnya.
Ia mengatakan, Pemkab akan meningkatkan animo masyarakat masyarakat menekuni bidang peternakan dengan baik, karena terbukti mampu meningkatkan ekonomi melalui penjualan daging serta kotoran yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti pupuk organik dan biogas.
Menurut dia, dengan potensi alam yang dimiliki dan pasokan pakan melimpah, dapat dijadikan modal berharga untuk mengembangkan peternakan di daerah itu, sehingga masyarakat dapat menumbuhkembangkan ekonomi sektor peternakan.
"Kami yakin sektor peternakan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pascatimah dan diharapkan pihak swasta meningkatkan perannya dalam meminimalkan ketergantungan masyarakat dari sektor tambang yang semakin lama berkurang," ujarnya.(T.KR-DSD/M033)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
