
Harga karet ekspor Sumsel naik

...Kenaikan ini dipicu oleh harga pasaran di luar negeri yang sekarang ini mulai membaik...
Palembang, (ANTARA News) - Harga karet ekspor kualitas 90 persen di Sumatera Selatan hingga Selasa tercatat Rp26.877 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya kisaran Rp26.705 per kg.
Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, H Awie Aman, di Palembang, Selasa mengatakan harga karet ekspor dalam sepekan terakhir berangsur naik.
"Kenaikan ini dipicu oleh harga pasaran di luar negeri yang sekarang ini mulai membaik,"katanya.
Harga karet ekspor kualitas 90 persen sejak 2 Januari lalu hingga saat ini memang belum stabil atau fluktuatif.
Pada 5 Januari turun lagi hingga Rp26.705 per kg, terakhir hari Selasa tercatat naik tipis menjadi Rp26.877 per kg.
Sementara, informasi dihimpun di tingkat petani dari daerah penghasil terutama di Wilayah Kabupaten Muaraenim, Sumsel bahwa harga karet yang dibeli pedagang pengumpul dalam sepekan terakhir ini sedikit ada kenaikan.
Menurut Besor, petani dari Desa Sugihan, bahwa harga karet di tingkat petani dibeli oleh pedagang pengumpul sekarang ini kisaran Rp16.800 per kg, atau ada kenaikan dibandingkan sebelumnya hanya Rp16.700 per kg.
Kenaikan tersebut memang tidak terlalu tinggi, namun sudah membawa harapan bagi petani bahwa harga karet beberapa hari ke depan akan terus mengalami kenaikan.
Ia berharap, walaupun harga karet kenaikannya perlahan namun paling tidak semakin membaik dan penguntungkan petani.
Lebih lanjut Sekretaris Gapkindo Sumsel, Awie Aman mengatakan, harga karet Sumsel selama ini memang berpatokan dengan pasaran di luar negeri, karena sebagian besar hasil salah satu komoditas perkebunan tersebut diekspor ke sejumlah negara konsumen.
Sementara pasaran karet di luar negeri, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, menyebutkan bahwa nilai ekspor nonmigas provinsi tersebut bulan Oktober 2011 masih didominasi oleh komoditas hasil pertanian terutama karet.
Komoditas karet ini menghasilkan devisa 353,32 juta dolar AS, diikuti batu bara 7,81 juta dolar dan kayu/produk kayu 1,32 juta dolar AS.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumsel, Bismark, secara terpisah mengatakan bahwa total nilai devisa ekspor Sumatera Selatan bulan Oktober 2011 tercatat 467,62 juta dolar AS yang terdiri atas minyak dan gas 44,26 juta dolar dan nonmigas 423,36 juta dolar AS.
Karet yang dipasarkan di Sumsel berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat, dipasok dari sejumlah daerah sentra produksi seperti Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musirawas, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur.
Termasuk sebagian dari wilayah Kota Prabumulih dengan total luas mencapai hampir satu juta hektare.
(ANT-M033)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
