Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet ekspor Sumsel naik

Rabu, 4 Januari 2012 12:45 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Harga karet ekspor kualitas 90 persen di Sumatera Selatan hingga Rabu tercatat Rp27.248 per kilogram, atau naik dibandingkan sebelumnya kisaran Rp26.696 per kg.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, H Awie Aman, di Palembang, Rabu mengatakan, harga karet ekspor dalam sepekan terakhir ini berangsur naik, karena disesuaikan dengan pasaran di luar negeri yang cendrung semakin membaik.

Data ANTARA yang dihimpun melalui Gapkindo setempat selama sepekan terakhir saja harga karet tersebut walaupun perlahan, namun berangsur naik, pada 2 Januari 2012 tercatat Rp26.594 per kg, kemudian 3 Januari menjadi Rp26.696 per kg, dan sekarang naik hingga Rp27.248 per kg.

Berdasarkan data dihimpun melalui Gapkindo, dari pedagang pengumpul termasuk petani daerah penghasil, memang pergerakan harga karet terutama di tingkat petani berangsur naik, walaupun selisihnya tidak terlalu tinggi antara Rp100 hingga 700 per kg dari harga nominalnya.

Memang dalam bulan Desember 2011 harga karet di Sumsel walaupun selalu terjadi perubahan, namun cenderung bergerak turun. Dan mulai awal Januari 2012 harga salah satu komoditas hasil perkebunan andalan itu mulai bergerak naik.

Lebih lanjut Awie Aman mengatakan, harga karet Sumsel selama ini memang berpatokan dengan pasaran di luar negeri, karena sebagian besar hasil salah satu komoditas perkebunan tersebut diekspor ke sejumlah negara konsumen.

Sementara pasaran karet di luar negeri, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, menyebutkan bahwa nilai ekspor nonmigas provinsi tersebut bulan Oktober 2011 masih didominasi oleh komoditas hasil pertanian terutama karet yang menghasilkan devisa 353,32 juta dolar Amerika Serikat (AS), diikuti batu bara 7,81 juta dolar dan kayu/produk kayu 1,32 juta dolar AS.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumsel, Bismark, secara terpisah mengatakan bahwa total nilai devisa ekspor Sumatera Selatan bulan Oktober 2011 tercatat 467,62 juta dolar AS yang terdiri atas minyak dan gas 44,26 juta dolar dan nonmigas 423,36 juta dolar AS.

Dijelaskannya, nilai ekspor nonmigas Sumsel bulan Oktober 2011 sebesar 423,36 juta dolar itu mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya hanya 328,707 juta dolar.

Ia menambahkan, jika dibandingkan nilai ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Oktober 2010, maka mengalami peningkatan sebesar 73,70 persen pada Januari-Oktober 2011.

Peningkatan ini, menurut dia, karena adanya kenaikan signifikan ekspor komoditas batu bara sebesar 80,61 persen, komoditas karet naik 76,03 persen dibandingkan periode Januari-Oktober 2010.

Hasil karet Sumsel berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat, menyebutkan bahwa dipasok dari sejumlah daerah sentra produksi seperti Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musirawas, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur termasuk sebagian dari wilayah Kota Prabumulih dengan total luas mencapai hampir satu juta hektare. (M033)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026