
BPS: harga cabai pengaruhi inflasi Palembang

Palembang, (ANTARA) - Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel), Bismark mengatakan, kenaikan harga cabai merah besar di Kota Palembang pada Desember 2011, mempengaruhi pergerakan nilai inflasi di kota tersebut menjadi 0,35 persen.
Pada sejumlah pasar tradisional di kota Palembang pada Desember 2011, terdapat tiga komoditas utama yang kenaikan harganya berpengaruh terhadap pergerakan nilai inflasi antara lain cabai merah, tomat sayur dan beras, kata Bismark, di Palembang, Selasa.
Menurut Bismark, dari nilai inflasi Kota Palembang 0,35 persen itu, kenaikan harga cabai merah besar 25,23 persen memberikan andil inflasi 0,20 persen.
"Dua komoditas utama yang kenaikan harganya ikut menyumbang inflasi adalah tomar sayur 108,19 persen menambah inflasi 0,18 persen dan beras 0,37 persen ada andil inflasi 0,02 persen," kata Bismark.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan, berdasarkan pemantauan harga pada 360 komoditas di Kota Palembang, terdapat 56 komoditas mengalami kenaikan harga termasuk cabai merah, tomat sayur dan beras, 30 lagi terjadi penurunan harga, sedangkan sisanya tidak ada perubahan.
Secara umum sumbangan inflasi Kota Palembang berdasarkan kelompok pengeluaran antara lain bahan makanan andil inflasi 0,16 persen, disusul perumahan, listrik dan bahan bakar 0,09 persen, transportasi dan komunikasi 0,07 persen serta kelompok sandang 0,02 persen.
Sementara mengenai harga cabai merah di pasaran tradisional Palembang, sejak awal Desember 2011 terjadi kenaikan harga dari kisaran Rp30 ribu per kilogram, kemudian bergerak naik dan tertinggi Rp45 ribu per kg, tomat sayur dari kisaran Rp8.000 hingga tertinggi mencapai Rp12 ribu per kg.
Pantauan ANTARA, harga tertinggi khusus cabai merah berlangsung hingga 1 Desember 2011, sehari kemudian berangsur turun.
Mengenai harga beras, menurut Akim, pedagang penyedia sembilan bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu Palembang bahwa memang awal November lalu terjadi kenaikan harga beras antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per karung isi 20 kg dari harga biasa.
Kenaikan harga tersebut, lebih disebabkan nilai tebus ditetapkan pihak agen lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, sedangkan pasokan tetap lancar berimbang dengan permintaan konsumen. (ANT-M033)
Pewarta:
Editor: Erie Khafifi Mukti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
