Logo Header Antaranews Sumsel

Palembang inflasi 0,35 persen

Senin, 2 Januari 2012 12:35 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Kota Palembang di Sumatera Selatan pada Desember 2011 mengalami inflasi sebesar 0,35 persen, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Bismark, di Palembang, Senin.

Dikemukakannya, inflasi tersebut ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 129,46 persen bulan November 2011 menjadi 129,91 persen pada Desember 2011, sementara secara nasional inflasi sebesar 0,57 persen.

Menurut dia, inflasi yang terjadi di kota tersebut pada Desember 2011 disebabkan kenaikan IHK pada semua kelompok pengeluaran yaitu bahan makanan (0,60 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,02 persen), perumahan, air, listrik dan bahan bakar (0,39 persen), sandang (0,18 persen), kesehatan 0,03 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen, serta kelompok transportasi dan komunikasi 0,45 persen.

Sementara inflasi tahun kalender 2011 di Kota Palembang adalah 3,42 persen, sedangkan inflasi Desember 2011 terhadap Desember 2010 adalah sebesar 3,78 persen, katanya.

Menurut dia, pantauan harga pada 66 kota di Indonesia, menunjukkan bahwa semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Kupang (2,19 persen), terendah di Kota Tanjung Pinang (0,02 persen).

Selanjutnya, pantauan harga 360 komoditas pada sejumlah pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir, Cinde, Lemabang dan Pasar KM-5 termasuk beberapa pasar modern di Kota Palembang, Desember 2011 secara umum mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga terjadi inflasi 0,35 persen.

Berdasarkan pantauan 360 komoditas tersebut, terdapat 56 yang mengalami kenaikan harga, 30 komoditas terjadi penurunan dan sisanya tidak mengalami perubahan, katanya.

Dikatakannya, komoditas yang kenaikan harganya memberikan andil cukup berarti terhadap inflasi tersebut adalah cabai merah, tomat sayur dan genteng.

Kenaikan harga cabai merah sebesar 25,23 persen menambah inflasi sebesar 0,20 persen, kemudian kenaikan harga tomat sayur 108,19 persen memberikan andil inflasi 0,18 persen, genteng 8,51 persen menyumbang inflasi 0,03 persen.

Lebih lanjut ia menjelaskan, inflasi tahun kalender 2011 di Kota Palembang (Januari-Desember) adalah sebesar 3,78 persen, lebih rendah dibandingkan tahun kalender 2010 (Januari-Desember) 6,02 persen, tetapi lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender 2009 tercatat 1,85 persen.

Ia menambahkan, jika melihat inflasi 16 kota di Sumatera bulan Desember 2011, maka inflasi tertinggi di Kota Sibolga 1,82 persen, dan terendah di Kota Tanjung Pinang 0,02 persen.

Selanjutnya, jika dilihat dari lima kota di Wilayah Sumatera Bagian Selatan, maka inflasi tertinggi di Kota Jambi 0,66 persen, dan terendah di Kota Bengkulu 0,04 persen. (ANT-M033)




Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026