
Harga karet petani Sumsel turun

Palembang, (ANTARA News) - Harga karet di tingkat petani Sumatera Selatan selama beberapa hari terakhir turun karena nilai tebus yang ditetapkan pedagang pengumpul lebih rendah dibandingakan dengan sebelumnya.
Seorang petani karet di Dusun Tunggulbute, Desa Tanjungrambang, Kabupaten Muaraenim, Sumsel, Musnadi (39), di Palembang, Senin, mengatakan, selama beberapa hari terakhir harga karet dibeli pedagang pengumpul dengan kisaran Rp16.400 per kilogram.
Harga sebelumnya, katanya, Rp17 ribu per kilogram.
"Rendahnya harga karet tersebut, tentunya merugikan petani yang hanya mengandalkan dari penghasilan menyadap karet," katanya.
Ia mengatakan, hampir 90 persen dari seluruh warga setempat hidup dengan penghasilan dari menyadap karet, sedangkan menanam padi tetap ditekuni.
Ia menjelaskan, hasil panen padi setahun sekali sehingga mereka mengandalkan menyadap karet sebagai penghasilan setiap hari.
Ia berharap, harga karet terutama di tingkat petani kembali naik sehingga pendapatan mereka berangsur membaik.
Data Dinas Perkebunan Sumsel menyebutkan, sebagian besar petani mengandalkan penghidupan dari hasil karet.
Sejumlah daerah penghasil karet di Sumsel antara lain Kabupaten Muaraenim, Lahat, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Musibanyuasin, Pagaralam, sebagian wilayah Kota Prabumulih dan Kabupaten Musi Rawas dengan total luas mencapai hampir satu juta hektare. (ANT-.M033)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
