Logo Header Antaranews Sumsel

Harga karet ekspor Sumsel naik

Rabu, 7 Desember 2011 12:37 WIB
Image Print
Contoh karet ekspor yang diproduksi anggota Gapkindo Sumsel. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/11)

Palembang, (ANTARA News) - Harga karet ekspor kualitas 90 persen di Sumatera Selatan hingga Rabu, tercatat Rp27.573 per kilogram, atau naik dibandingkan sebelumnya kisaran Rp27.543 per kg.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, H Awie Aman, di Palembang, mengatakan bahwa harga karet ekspor dalam dua pekan terakhir ini cenderung belum stabil atau berfluktuasi, namun masih kisaran Rp26 ribu hingga Rp28 ribu per kg.

Dikatakannya, berdasarkan data pada 24 November lalu harga karet kualitas yang sama masih kisaran Rp27.281 per kg, dan sehari kemudian turun lagi secara signifikan menjadi Rp26.147 per kg, selanjutnya 25 November bergerak lagi Rp26.197 per kg, dan 29 November tercatat Rp26.145 per kg.

Selanjutnya, awal Desember ini mulai bergerak naik, walaupun perlahan, contohnya pada 5 Desember tercatat Rp27.543 dan sehari kemudian bergerak naik tipis menjadi Rp27.573 per kg.

Mengenai volume ekspor karet Sumsel, menurut dia, rata-rata kisaran antara 65 ribu ton hingga 70 ribu ton per bulan.

Mengenai perdagangan karet di luar negeri, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, menyebutkan bahwa nilai ekspor provinsi tersebut bulan September 2011 menghasilkan devisa sebesar 367,22 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau turun dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 400,61 juta dolar AS.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumsel, Bismark, secara terpisah mengatakan bahwa nilai devisa ekspor Sumatera Selatan itu, terdiri atas minyak dan gas (migas) sebesar 38,51 juta dolar, dan nonmigas 328,71 juta dolar AS.

Dijelaskannya, nilai ekspor nonmigas Sumsel bulan September 2011 sebesar 367,22 juta dolar itu mengalami penurunan sebesar 8,33 persen dibanding bulan sebelumnya.

Selanjutnya, ekspor tujuh komoditas andalan mengalami penurunan pada bulan tersebut. Penyebab penurunan terbesar nilai ekspor nonmigas September 2011 terhadap Agustus 2011 terjadi pada komoditas karet sebesar 33,49 juta dolar, diikuti minyak sawit mentah (CPO) 4,91 juta dolar, dan udang 0,32 juta dolar, katanya.

Secara keseluruhan gambaran perkembangan ekspor Sumsel dari bulan ke bulan mengalami fluktuatif, pada periode Januari-September 2011 perdagangan ke luar negeri mencapai nilai 3,894 miliar dolar AS, atau mengalami peningkatan sebesar 62,90 persen dari 2,390 miliar dolar pada periode yang sama tahun 2010 menjadi 3,894 miliar dolar.

Ia menambahkan, nilai ekspor nonmigas Sumsel pada September 2011 masih didominasi oleh komoditas hasil pertanian terutama karet mencapai nilai 271,84 juta dolar, diikuti batu bara 9,99 juta dolar dan produk kayu 1,88 juta dolar AS. (ANT-M033)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026