
Harga karet ekspor Sumsel turun

Palembang, (ANTARA News) - Harga karet ekspor kualitas 90 persen di Sumatera Selatan hingga Rabu tercatat Rp26.147 per kilogram, turun signifikan dibandingkan sebelumnya yang di kisaran Rp27.281 per kg.
Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, Awie Aman, di Palembang, Rabu, mengatakan bahwa harga karet ekspor dalam dua pekan terakhir ini cenderung terus bergerak turun, namun masih di atas kisaran Rp26 ribu per kg.
Dikatakannya, harga karet tersebut pada 7 November lalu di kisaran Rp28.916 per kg dan setelah itu selalu terjadi perubahan yang cenderung terus bergerak turun.
Menurut dia, kecenderungan turunnya harga jual karet di Sumsel dalam dua sepekan terakhir, tentunya akan berpengaruh terhadap pendapatan para petani karena para pedagang pengumpul membeli akan menyesuaikan pula.
Pergerakan harga karet kualitas ekspor di tingkat pengusaha industri pengolahan komoditas tersebut di Sumsel akan sangat berpengaruh terhadap harga di tingkat petani, katanya.
Mengenai volume ekspor karet Sumsel, menurut dia, rata-rata berkisar 65 ribu ton hingga 70 ribu ton per bulan.
Menurut informasi yang dihimpun dari sejumlah pedagang pengumpul, termasuk petani yang biasa datang ke Palembang, harga karet di tingkat petani terus turun.
Kondisi harga yang demikian menimbulkan banyak keluhan petani karena satu-satunya penghasilan andalan adalah komoditas karet, kata Salman, pedagang pengumpul asal daerah Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, ketika ditemui di Palembang, Selasa (22/11).
Menurut dia, harga karet di tingkat petani sekarang ini kisaran Rp17 ribu per kg, padahal bulan lalu masih di atas Rp18 ribu per kg.
Karet Sumsel selain merupakan pendapatan andalan petani di provinsi tersebut, juga penyumbang devisa utama ekspor nonmigas Sumatera Selatan.
Nilai ekspor karet provinsi tersebut pada periode Januari-Agustus 2011, berdasarkan data BPS Sumatera Selatan, tercatat 2,787 miliar dolar AS, naik dibandingkan kondisi periode bulan yang sama tahun 2010 yang hanya 1,510 miliar dolar.
Masih menurut data tersebut, nilai ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Agustus 2011 mencapai 3,210 miliar dolar.
Selain karet, komoditas lain yagn menyumbang ekspor tertinggi lainnya adalah batu bara 89,877 juta dolar dan CPO 53,737 juta dolar.
Produksi karet Sumsel, berdasarkan data Dinas Perkebunan provinsi tersebut, hingga saat ini diperoleh dari luas total hampir mencapai satu juta hektare yang tersebar di Kabupaten Banyuasin, Musibanyuasin, Muaraenim, Ogan Komering Ulu Timur, Lahat, Pagaralam, Ogan Komering Ilir dan termasuk di wilayah Kota Prabumulih. (ANT-M033)
Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
