
Mega menangis gagal persembahkan emas takraw

Palembang, (ANTARA News) - Kekalahan bagi atlet menjadi hal paling menyesakkan, apalagi melihat peluang menang dan meraih emas sudah ada di depan mata, seperti dialami para atlet sepak takraw putri Indonesia pada SEA Games ke-26 di Palembang.
Mega Citra, kapten tim takraw putri Indonesia, langsung berjalan meninggalkan lapangan sembari menutupi mukanya dengan handuk putih, diiringi sejumlah pendukung tim sepak takraw Indonesia, menuju ruang ganti yang berada di sudut belakang arena pertandingan Sriwijaya Promotion Centre, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu sore.
Setibanya di ruang ganti, sambil bersujud, Mega yang memisahkan diri dari teman-temannya menangis sepuas-puasnya.
Tubuh perempuan yang berperawakan kurus tersebut terguncang-guncang, sampai akhirnya temannya sesama atlet yang baru tiba dari lapangan menenangkan Mega.
Namun Mega bersama teman-temannya pun larut dalam tangisan sambil saling berpelukan, dengan perasaan menyesel tidak berhasil menyumbangkan emas untuk Indonesia.
Nomor ganda putri dan putra sepak takraw SEA Games XXVI semula menjadi target tim Indonesia, untuk menjadi juara karena pertandingan nomor regu dan tim sebelumnya hanya mampu menyumbang tiga perak dan satu perunggu.
Namun ternyata, meskipun Mega dan kawan-kawan mulus melangkah ke semi final setelah berhasil mengalahkan Filipina dan Vietnam 3-0 pada dua kali pertandingan, tidak demikian saat menghadapi tim sepak takraw Laos.
Sejak awal permainan, tim sepak takraw Laos mampu mengungguli Mega dan kawan-kawan dengan meraih angka 15-13 pada set pertama.
Petakraw Laos, Mely Matmani Vong dan Koy Sayyavong, tampak memiliki kemampuan yang luar biasa baik dari servis maupun smash dan umpan-umpan yang mematikan.
Sedangkan Mega Citra dan Asmira yang berduet pada set pertama, tampak kewalahan menghadapi tim lawan.
Mega dan Asmira juga sering sekali melakukan kesalahan, karena saat servis dan smash malah memberi tambahan angka bagi tim Laos.
Kesalahan-kesalahan tersebut menunjukkan permainan mereka tidak terkendali dengan baik, meskipun telah berhasil mengalahkan Filipina dan Vietnam dengan mudah.
Set kedua, Mega dan Asmira tetap tidak bisa mengalahkan timnas Laos, sehingga diakhiri dengan kemenangan lawan 15-12.
Pelatih sepak takraw Indonesia, Muhammad Amkar, akhirnya mengganti Asmira pada set ketiga dengan memasukkan Lena, Mega yang memiliki kemampuan memberi semangat kepada pasangannya terus menyemangati Lena agar bermain bagus.
Masuknya Lena di nomor ganda ini, sempat memberi harapan baru bagi Indonesia karena meskipun masih saja melakukan kesalahan dengan memberi angka kepada tim lawan, tetapi permainan menjadi lebih bagus.
Pada set ketiga, tim putri Indonesia berhasil unggul mengalahkan Laos 15-7, tetapi set keempat malah kembali ditundukkan tim Laos 15-9, sehingga berakhir dengan skor 3-1 untuk Laos.
Keluar dari ruang ganti atlet, Mega pun berkeluh kesah.
"Saya menyesal banget Mbak, target bisa mendapatkan medali emas di nomor ganda, tapi malah kayak gini jadinya," ujar Mega, berusaha tetap tegar.
Meskipun sempat menangis tersedu-sedu, tetapi ketika diwawancarai sejumlah wartawan, Mega berusaha tampil tegar dan tersenyum meskipun masih tampak wajah manisnya yang bersemburat sendu karena rasa menyesal itu.
"Kami malu dan minta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia karena tidak berhasil menjadi juara satu, tetapi hanya mendapatkan perunggu," ujar dia.
Asmira di sudut jendela arena pertandingan juga tampak menangis tersedu-sedu, dia terlihat shock dan tidak mampu berkata-kata lagi.
Muhammad Amkar, pelatih sepak takraw Indonesia, juga meminta maaf dan mengaku sangat malu karena tidak berhasil mempersembahkan emas di arena pertandingan SEA Games XXVI ini.
"Bukan hanya pemain yang menangis dan malu, tetapi kami pelatih dan tim manajemen juga menangis dan sangat malu," ujar Amkar.
Dia menilai, permainan anak-anak asuhannya tidak berkembang meskipun selama setahun mereka telah bersama-sama dengan satu tekad mendapatkan emas di SEA Games XXVI.
Permainan tim lawan memang sangat luar biasa, pertahanan mereka juga bagus, apalagi Laos juga merupakan salah satu lawan yang kuat ketika SEA Games XXV di Laos sebelumnya, ujar dia lagi.
Sekali lagi, kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena tidak berhasil menyumbangkan medali emas, ujar Amkar dengan suara lirih.
Raih Tiga Medali
Tim sepak takraw putri Indonesia, jika dibandingkan hasil SEA Games dua tahun lalu di Laos, sebenarnya lebih baik selangkah karena berhasil mendapatkan satu perak dan dua perunggu.
Manager tim sepak takraw Indonesia, Usep Saparudin mengatakan, meskipun kecewa dan sedih tidak berhasil menyumbangkan emas di nomor beregu, tim dan ganda putri, tetapi saat ini permainan anak-anak sudah jauh lebih bagus dibandingkan dengan dua tahun lalu.
Pada SEA Games XXV hanya mampu menyumbang perunggu, tapi di SEA Games ke-26 kali ini dapat meraih satu perak dan dua perunggu, kata Usep menyenangkan diri.
Usep yang sempat berkali-kali menolak diwawancara dan sempat minta izin untuk merokok sampai permainan selesai, mengaku meskipun kecewa tetap bangga dengan perjuangan tim takraw putri Indonesia itu.
Mereka telah berjuang demi nama besar negara, tetapi mereka belum beruntung mendapatkan medali emas meskipun telah berjuang sekuat tenaga, ujar dia.
Tidak bermain tim Thailand dan Malaysia di nomor ganda, seharusnya bisa dimanfaatkan tim takraw putri Indonesia untuk meraup emas tetapi peluang itu tidak mampu digapai.
Kekalahan tim putri sepak takraw itu tentunya sangat memukul atlet dan pelatih serta manajemen, mengingat pada nomor ganda adalah harapan untuk mendapatkan medali emas, setelah nomor beregu dan tim hanya mendapatkan medali perak dan perunggu.
Praktis sampai hari ke-8 pertandingan sepak takraw, tim putri Indonesia hanya meraih satu perak dan dua perunggu.
Tim sepak takraw Myanmar dan Laos bertanding lagi Senin (21/11), untuk memperebutkan medali emas yang telah lepas dari genggaman tim putri Indonesia itu.(ANT-037)
Pewarta: Oleh Nila Ertina
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
